Lantas, ada Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang yang kasusnya meroket bersama M. Nazaruddin. Dia juga melayani Theo Toemion yang tersandung kasus Program Investment Year (IIY) 2003–2004. ’’Panda Nababan juga pernah,’’ katanya setelah mengingat siapa saja yang pernah dilayani.
Ada pula nama Kartini Marpaung, hakim ad hoc Tipikor Semarang yang sudah divonis delapan tahun penjara. Pejabat lain yang merasakan pelayanannya adalah mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu. Kalau dihitung dengan tahanan non-KPK, terselip nama bos Bank Century Robert Tantular.
Curhat yang pernah disampaikan kepadanya, antara lain, adalah keyakinan tidak bersalah. Banyak yang bercerita bahwa mereka merupakan korban permainan politik. Jadi, merasa diperlakukan tidak adil. Meski demikian, ada yang mengaku lalai dan jabatan yang diemban seharusnya untuk memuliakan Tuhan.
Baca Juga:Cinta: Hanya Publisis Yang Boleh Menjawab Pertanyaan ItuPanwaskab Bandung Gelar Rakor dan Evaluasi
Bagi lulusan Institut Injil Indonesia, Batu, pada 1978 itu, memberikan pelayanan kepada tahanan bukanlah hal baru. Sebab, dia mengawali karir menjadi pendeta pada pertengahan 1980 GPIB Pniel Surabaya. Area kerjanya Penjara Kalisosok dan kawasan pelacuran di Bangun Rejo serta Tambak Asri.
’’Melihat saya bisa di tempat itu, lantas diletakkan ke Madura. Untuk tahanan politik gerakan 30 September PKI,’’ jelasnya.
Sekitar lima tahun dia mengabdi di Madura sebelum pindah ke Kampung Ambon, Pulomas, Jakarta Timur. Setelah itu, dia melanjutkan pelayanan ke Belitung.
Izaak lantas memperdalam ilmu dengan menempuh S-2 di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Dia mengambil program agama dan masyarakat. Setelah dua tahun belajar, dia lantas ke Makassar dan bertahan di sana dalam waktu yang cukup lama. ”Lama karena di sana mengajar di sekolah teologi,’’ tuturnya.
Namun, di Makassar pula dia sempat mendapat pengalaman yang menguras adrenalin akibat kerusuhan 1997. Begitu juga saat kerusuhan Ambon meledak pada 1999, ibu kota Sulawesi Selatan tersebut ikut kena getahnya.
Dia ingat, pintu gereja sempat akan didobrak dan dilempari sekelompok orang. Selama seminggu, Marinir akhirnya menjaga gereja. ”Saya juga dikabarkan masuk daftar culik. Saya lantas diberi topi oleh jemaat untuk dipakai saat jalan pagi,” kenangnya.
