Harus Pintar Cari Tema Khotbah yang Tidak Menghakimi

Pendeta Sealthiel Izaak -
IMAM HUSEIN/JAWA POS
PENDEKATAN BERBEDA: Sealthiel Izaak menjadi salah satu pendeta yang memberikan pendekatan berbeda kepada narapidana di KPK. Salah satunya dengan diskusi.
0 Komentar

Pendeta kelahiran Tahuna, Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, itu anti memberikan khotbah yang ”hitam-putih”: tidak boleh begini dan begitu. Apa yang disampaikan Izaak lebih mengajak untuk memperbaiki diri. Sebab, mau berubah atau tidak itu bergantung para tahanan. ’’Kalau dipaksa, percuma,’’ ucapnya.

Ada kebiasaan yang dilakukan bapak tiga anak itu sebelum memberikan pelayanan. Biasanya dia akan meminta sedikit info soal tahanan yang akan dilayani. Bukan untuk menghantam mereka karena kesalahan yang dilakukan. Tapi, lebih untuk mencari materi pelayanan yang pas.

Izaak mengaku tidak kepo dengan persoalan yang menjerat para tahanan secara delik. ’’Saya tahunya masalah secara umum,’’ ujarnya.

Baca Juga:Cinta: Hanya Publisis Yang Boleh Menjawab Pertanyaan ItuPanwaskab Bandung Gelar Rakor dan Evaluasi

Selain itu, dia tidak pernah memaksa tahanan KPK untuk mengikuti pelayanannya. Yang jelas, dia bilang tidak ada ruginya mengikuti pelayanan karena justru bisa membuat tahanan makin kuat secara mental.

Misalnya, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom yang kini sudah bebas. Miranda yang sudah menjadi jemaatnya saat di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, makin kuat karena rutin mengikuti pelayanan.

Keyakinan membuat imannya jauh lebih kuat dan bersikap tegar ketimbang saat kali pertama masuk bui. ”Berdoa itu bukan supaya vonis lima tahun menjadi tiga tahun. Proses hukum tetap harus dijalani sebagai konsekuensi,” tuturnya.

Bercerita soal Miranda, pendeta kelahiran 4 Mei 1949 itu lantas bernostalgia. Dia masih ingat betul, ketika dirinya pindah untuk memberikan pelayanan ke Cibubur, Miranda sempat izin untuk tidak bekerja sehari. Perempuan nyentrik dengan rambut warna ungu itu memilih untuk memasakkan makanan untuknya.

Kedekatan itulah yang membuat Miranda sangat terbuka kepada Izaak saat menjadi tahanan KPK. Semuanya diceritakan, termasuk keyakinannya tidak bersalah. ”Saya sempat kasih buku tulisan saya, Kuasa dalam Pengucapan Syukur. Buku itu mengajarkan untuk menghadapi masalah dengan bersyukur, kalau mengeluh makin mengiris,” imbuhnya.

Selain dua nama itu, Sealthiel Izaak mendampingi beberapa nama besar seperti Bupati nonaktif Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang, Direktur PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonius Bambang Jatmiko yang tersandung kasus Bupati Bangkalan Fuad Amin, sampai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiyai Irianus.

0 Komentar