[tie_list type=”minus”]Fenerbahce Gagal Lolos ke Playoff[/tie_list]
DONETSK – Fenerbahce musim ini memboyong dua pemain berpengalaman di Liga Champions, Luis Nani dan Robin van Persie. Niatnya tentu saja demi memuluskan mimpi Si Kenari Kuning kembali ke babak utama Liga Champions setelah menanti selama enam tahun.
Akan tetapi, mimpi itu tinggal harapan usai Fenerbahce melakoni putaran ketiga kualifikasi Liga Champions 2015-2016. Fenerbahce justru harus tersingkir oleh Shakhtar Donetsk yang menggilasnya pada leg kedua di Arena Lviv, dengan tiga gol tanpa balas. Donetsk lolos dengan agregat 3-0 setelah di Istanbul kedua tim berimbang tanpa gol.
Baca Juga:Divisi Pool Sediakan Tujuh KuotaDorong Entrepreneur Jajal Pertanian
Dalam laga tersebut, Van Persie memang belum bisa dimainkan pelatih Vitor Pereira. Di sisi lain, Nani gagal memberikan kontribusi penuh sekalipun diberikan waktu selama 88 menit beraksi. Selain Nani, Fenerbahce juga menurunkan Fernandao dan Raul Meireles. Tapi, itu bukan jaminan, karena dari penguasaan bola pun kalah 52 persen atas Donetsk.
Dikutip dari situs berita Turki Haberturk, Pereira menganggap anak asuhnya sudah berupaya untuk lebih dahulu mencetak gol. ’’Tapi sayang, tidak ada satu pun yang berhasil,’’ ujarnya.
Dari catatan statistik menunjukkan, tanpa gol menjadi nilai buruk performa pemain di lini serangan Fenerbahce. Soccerway menyebut, ada tujuh kali tendangan tepat ke gawang Andriy Pyatov. Bandingkan dengan Donetsk yang lebih banyak membuang peluang dengan 4 kali.
Pelatih yang berkebangsaan Portugal tersebut mengungkapkan, pasca tertahan di Sukru Saracoglu -homeground Fenerbahce-, pihaknya sudah mempelajari bagaimana karakter permainan Donetsk. Tapi, performa tim di lapangan memang jauh dari harapan. Fenerbahce pun harus mengendapkan mimpinya lebih lama. ’’Ini seperti kegagalan dua kali, karena kami sudah mengidentifikasi Donetsk sejak empat pekan lalu,’’ lanjut Pereira.
Kegagalan melaju ke babak playoff ini bukan hanya dirasakan Fenerbahce. Demikian juga dua eks penggawa Manchester United tersebut. Padahal, apabila mereka mampu meloloskan timnya ke playoff, bisa jadi bertemu kembali dengan mantan klubnya itu. Sebab, United dan Fenerbahce digadang-gadang tergabung dalam satu grup drawing.
