oleh

Unla Melepas 703 Peserta KKN

KEGIATAN pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Universitas Langlangbuana tahun ajaran 2014/2015 dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektor melalui program Kuliah Kerja Nyata merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi dilepas pesertanya oleh Rektor Universitas Langlangbuana Selasa (4/8) 2015.

Sebanyak 703 orang mahasiswa akan disebar ke Kota Bandung dan tiga Kabupaten yakni, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Dengan melibatkan 3 orang dosen sebagai Koordinator Wilayah dan Dosen Pembimbing Lapangan sebanyak 17 orang yang membawahi 17 kelompok menempati wilayah kerja di 16 Desa dan 1 Kelurahan dari 8 Kecamatan selama 40 hari dimulai dari Tanggal 6 Agustus sampai 22 September 2015.

Wakil Rektor II Unla, Prof DR H Soeganda Priyatna MM mengatakn, bahwa melalui KKN, proses pembelajaran masih berlangsung dengan cara melibatkan mahasiswa secara aktif kedalam proses pembangunan masyarakat. Sehingga dengan belajar di lapangan, mahasiswa bukan hanya mengetahui sesuatu tetapi juga diharapkan dapat melakukan sesuatu secara optimal.

Di samping itu, sebagai wahana pengenalan mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, diharapkan dapat menunjang, mendukung, mengintegrasikan program kegiatan pemerintah daerah dimana KKN mahasiswa dilaksanakan.

Senada dengan amanat Rektor Unla, Ketua LPPM Unla Dr H Mumun Syaban MSi mengatakan, dari 703 orang yang terdiri dari 402 orang laki-laki dan 301 orang perempuan peserta KKN akan menggali observasi dan mengidentifikasi permasalahan yang ada diwilayah KKN Unla, diadakan tidak lepas dari tema yang digulirkan yakni, ”Aktualisasi Mahasiswa dalam Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat.”

”Minimal ada perubahan kecil bermakna positif menuju kemandirian baik kewirausahaan atau sektor lain yang diprioritaskan,” tambah Mumun.

”Bukan hanya mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran melalui pengabdian kemasyarakat, para dosen yang terlibat sebagai Dosen Pembimbing Lapangan pun dapat mengambil aktivitas di lapangan sebagai bahan penelitian akademiknya,” pungkas Mumun. (fjr/adv/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga