Menurut Totok, kondisi tersebut akan memaksa klub peserta melakukan pengeluaran ekstra hingga jadwal baru kickoff. Berdasar hitungan kasar, manajemen Persis harus merogoh kocek Rp 200 juta dalam waktu setengah bulan. ’’Pengeluaran itu termasuk biaya katering dan kebutuhan pemain untuk training center berikutnya,’’ bebernya.
Laskar Samber Nyawa –julukan Persis– adalah salah satu klub yang antusias menyambut turnamen Piala Kemerdekaan. Saat ini mereka juga bersiap menghadapi partai final Piala Polda Jateng melawan PSIS Semarang. (nap/c17/ca/hen)
