oleh

Pasang 22 CCTV

[tie_list type=”minus”]Satu Unit Bisa Dekati Lokasi Macet [/tie_list]

CIMAHI – Untuk mengawasi kelancaran lalu lintas selama mudik, Polres Cimahi menebar 22 unit Closed Circuit Television (CCTV) statis di 22 titik.

‪Kapolres Cimahi mengatakan, pemasangan 22 unit CCTV tersebut dilakukan seiring pemberlakuan Operasi Ketupat Lodaya 2015.

Dia merinci, 22 unit CCTV tersebut dipasang secara statis. Dengan satu di antaranya, satu unit CCTV yang sifatnya device portable.

CCTV tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap sebagai trouble spot atau titik rawan kemacetan lalu lintas. CCTV tersebut juga nantinya bisa diakses melalui gadget masing-masing personel.

”Itu kami lakukan untuk mempermudah kinerja seluruh kepolisian. Dengan menggunakan teknologi seperti ini sangat membantu kami dalam bekerja,” terang Dedy di Mapolresta Cimahi Jalan Amir Mahmud, kemarin (10/7).

Sementara itu, untuk device portable, CCTV tersebut sifatnya bisa digerakan oleh manusia dengan mobile menggunakan sepeda motor. Tujuannya, bila terjadi kemacetan anggota bisa membawa alat ini mendekat ke arah sasaran. Kemudian bisa melihat real time serta bisa disampaikan langsung ke posko.

”Kita jadi bisa melihat jelas apa penyebab terjadinya kemacetan itu,” katanya.

Rincian lain, decive portable tersebut menggunakan sistem Vertical Motion Simulator (VMS) dengan bantuan provider. Sehingga bisa secara online atau langsung secara streaming. Dengan sistem VMS, diharapkan bisa membantu kinerja di lapangan.

‪Terkait pemasangan CCTV di Jalan tol, Dedy mengatakan, ada di 32 kilometer yang menjadi wilayah hukum Polres Cimahi. Namun secara umum, itu akan tercover oleh Satuan Direktorat Lalu lintas Polda Jawa Barat.

‪Secara keseluruhan CCTV ini ditempatkan di wilayah Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, seperti di Padalarang dan Cipatat. Sebab menurutnya, lokasi tersebut disinyalir selama ini menjadi titik trouble spot terjadinya kemacetan dan rawan akan kecelakaan.

Sementara itu, untuk kemacetan pihaknya telah memetakan sepuluh titik kerawanan macet terutama di jalur yang langganan trouble spot. Di antaranya lintasan Cipatat dan Padalarang.

”Memang untuk saat ini kami prioritaskan di sana. Khususnya pada sebelum lebaran pada saat arus mudik hingga pasca Lebaran. Fokus kita kepada lalu lintas yang kaitannya dengan wisata masyarakat yang menghabiskan masa liburan di wilayah Lembang atau Cisarua,” paparnya.

Sementara itu, tingginya volume kendaraan selama arus mudik dan arus balik Lebaran sudah menjadi ritual tahunan yang sama-sama dijalani.

Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, tidak sedikit persoalan transportasi yang kemudian muncul dan hanya dapat diselesaikan dengan kebersamaan. ”Sebagaimana kita ketahui, cimahi merupakan wilayah yang menjadi perlintasan dari arah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat serta dari arah Purwakarta dan Jakarta, sehingga tidak heran apabila arus lalu lintas, barang dan jasa berlangsung begitu ramai dan padat hampir setiap harinya,” terangnya, kemarin.

Dikatakannya, kondisi ruas dan panjang jalan di Cimahi relatif terbatas untuk bisa menampung lautan kendaraan bermotor yang lewat di kota ini setiap harinya.

Selain aspek transportasi, ada juga hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk sama-sama kita perhatikan yaitu mengenai kondisi keamanan dan ketertiban umum (tramtibum) di tengah-tengah masyarakat selama masa hari raya nanti.

”Hal ini mengundang berbagai kerawanan baik itu ancaman bencana kebakaran karena korsleting listrik ataupun potensi lain yang mengundang tindak kriminalitas berupa tindakan pencurian dan penjarahan,” jelasnya.

 ”Kami percaya, jajaran Polres Cimahi di bawah kepemimpinan AKBP Dedy Kusuma Bakti, senantiasa siap melaksanakan pesan dari Pak Kapolri untuk kelancaran Lebaran,” tambahnya. (gat/mgc2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga