oleh

Kriez Wadahi Pebisnis Muda

BATUNUNGGAL – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP telah meluncurkan Inkubator Bisnis ke-Entrepreneuran (IBISS). Peluncuran ini bekerjasama dengan Kreatif Indonesia Emas (Kriez). Adapun launching ini dilaksanakan di Gedung B, Lantai 1, Jalan PHH Mustopa, kemarin (8/6).

KRIEZ
ISTIMEWA

SATU VISI: Suasana pelaksanaan kerja sama Kriez dengan USB YPKP di Gedung B, Lantai 1, Jalan PHH Mustopa, kemarin (8/6).

Visi Kriez yang senantiasa berupaya untuk menjadi wadah organisasi bisnis sejalan dengan misi USB YPKP. Yakni, peduli terhadap peluang usaha mikro. Hal ini disampaikan oleh dewan pembina Kriez, Zaenal Aripin. ’’Kebetulan ini kesepemahaman sama, makanya kita MoU,’’ ujarnya kepada Bandung Ekspres di kantornya, Jalan Terusan Jakarta.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Asep Efendi selaku Rektor USB YPKP, dan rekan-rekan dari IBISS. Lebih dari 100 mahasiswa dan pelaku usaha mengikuti pelaksanaan MoU tersebut. Zaenal menjelaskan, kegiatan entrepreneur harus dimulai dari kampus. Namun, dia juga tidak hanya menargetkan mahasiswa dari USB YPKP. ’’Kita harus melebar di mahasiswa yang lain,’’ sambungnya.

Adanya inkubator bisnis tersebut, lanjut Zaenal, diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk terjun ke dalam dunia bisnis. Terutama, bagi mahasiswa, pegawai, dosen dan orang luar kampus.

Menurut Zaenal, Balai Pelatihan Tenaga UMKM Jawa Barat sendiri menyatakan bahwa dengan program inkubator bisnis ini, bisa dilanjutkan di kampus. Sebelumnya, program ini merupakan visi dari Kementerian UMKM.

Sama halnya dengan Kriez yang merupakan forum untuk orang-orang yang ingin berbinis. Zaenal mencontohkan bahwa orang yang mempunyai produk tetapi tidak mempunyai market begitupun sebaliknya bisa bersilaturahmi dalam forum Kriez. Organisasi ini bisa berlaku bagi PNS, wartawan, mahasiswa. ’’Tidak hanya pelaku bisnis, semua individu yang menyukai bisnis dan berkeinginan membuka bisnis dapat bergabung di web kami dengan alamat www.kriez.org,’’ tuturnya.

Organisasi Kriez bisa mempertemukan jiwa entrepreneur. Baik pemula maupun yang sudah senior. Sehingga, para pelaku usaha tersebut bisa mempunyai partner baru dalam berbisnis. ’’Karena bisnis yang berhasil, punya network,’’ lanjutnya.

Dia memaparkan, bisnis tidak dilihat dari kalangan. Tetapi, dari dua hal. Yaitu, bisnis online dan bisnis konvensional. ’’Kalau dulu orang tidak mengenal internet. Kalau sekarang, dimana orang bawa hape itu udah bisa jadi transaksi kan,’’ jelasnya.

Menurutnya, peluang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dijadikan suatu bisnis. Baik online ataupun jasa. Sebab, bisnis tidak selalu harus mempunyai modal yang besar.

Pria 46 tahun tersebut berharap, Kriez bisa mengajak semua orang yang berminat dalam hal bisnis bisa ikut berkontribusi memajukan Indonesia. ’’Kita ke depan mengajak semua orang bagi yang berminat, karena ini untuk masyarakat,’’ tandasnya. (mgu-ger/tam)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga