oleh

Buktikan, Jangan Banyak Alasan

SINGAPURA – Muchlis Hadi Ning Syaifulloh berjalan gontai sambil tertunduk lesu usai wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan usai. Betapa tidak, laga pertama Grup A melawan Myanmar di Stadion Jalan Besar tadi malam berakhir dengan kekalahan telak 2-4.

myanmar
ISTIMEWA

HADANG: Pemain belakang Myanmar mencoba menghadang pemain tengah Indonesia, pada pertandingan
pembuka SEAGames 2015 cabang sepakbola kemarin, (2/6). Pada laga itu Indonesia kalah 4-2 dari Myanmar.

Dua gol yang dilesakkan oleh Si Thu Aung (38″,54″), Shine Thura (21″), serta Kyaw Lwin Zin (66″) membuat Indonesia terdampar di peringkat keempat klasemen sementara. Gol balasan yang dicetak oleh Abduh Lestaluhu (45+2″), dan Ahmad Nufiandani 20 menit sebelum pertandingan usai tidak mampu mengangkat moral pasukan Garuda Muda yang sudah lebur sejak paro pertama.

Karena itulah, saat tim menuju bus yang akan membawa mereka ke Days Hotel, hanya kapten tim Manahati Lestusen yang bersedit diwawancara ketika ditemui di mixed zone. Selebihnya, mereka diam dan langsung menuju bus yang membawa mereka menuju Days Hotel at Zhongshang Park.

”Teman-teman begitu terpukul ketika berada di ruang ganti sampai coach Aji Santoso harus menenangkan kami,” ungkapnya kepada awak media yang menunggu. Ada hal utama yang menurutnya membuat permainan timnas U-23 sangat berbeda kemarin.

Hal ini tak lepas bahwa mereka masih belum bisa move on dari segala kabar pemberitaan, mengenai sepak bola yang telah mendapat sanksi dari FIFA untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

”Jujur saja, anak-anak masih kepikiran hal itu. Apalagi, selepas kami bermain, kami bingung menentukan masa depan akan main dimana kami nanti,” keluhnya disambut dengan wajah yang kuyu.

Aji sendiri bukannya tidak sadar dengan apa yang dialami oleh anak asuhnya. Segala cara pun telah dia lakukan untuk kembali membangunkan semangat bertanding dari para pemain.

”Hanya, memang tidak bisa hilang 100 persen. Bohong kalau mereka bermain tanpa memikirkan hal itu,” katanya dalam sesi konferensi persi. Kegundahan itulah yang juga membuat timnas U-23 sampai meniktikkan air mata ketika lagu Indonesia Raya berkumandang.

Aji yang mengawali karir kepelatihannya dengan membesut timnas U-17 itu menjawab, bahwa mereka merasa sedih dengan kondisi yang terjadi di sepakbola tanah air. ”Pemain bisa merasakan apa yang terjadi di Indonesia,” ulasnya.

Namun, dirinya masih memiliki optimistis bahwa mereka akan kembali bangkit ketika laga kedua dengan Kamboja pada 6 Juni mendatang. ”Yang penting, pemain bisa fokus dan menghilangkan segala hasil hari ini (kemarin),” paparnya.

Selain itu, dirinya menyatakan bahwa kekalahan yang dialami kemarin murni karena kesalahan yang dilakukan oleh para pemainnya. ”Semoga kami tidak mengulanginya kala melawan Kamboja nanti,” harapnya.

Terpisah, arsitek Myanmar Kyi Lwin tidak mau membeberkan apa yang menjadi kunci kemenangan timnya atas Indonesia. ”Yang penting, saya tidak merasa puas dengan performa tim ini. Kami juga berterima kasih atas dukungan dari fans Myanmar sekalian,” tandsasnya.

Sementara itu, bagi Indonesia, ini adalah catatan terburuk pada laga perdana SEA Games sejak 1995. Indonesia hanya dua kali kalah pada laga perdana cabang sepak bola SEA Games. Pada 1985, Indonesia kalah 0-1 dari Singapura. Sepuluh tahun berselang, giliran Thailand yang membungkam Indonesia pada laga perdana.

Kekalahan dari Myanmar juga memaksa Indonesia berada di posisi paling buncit klasemen sementara Grup A. Myanmar berada di puncak klasemen, disusul Singapura berkat kemenangan 1-0 atas Filipina. Satu tim Grup A lain yang belum bertanding adalah Kamboja.(apu/mio)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga