oleh

Warga Beli Beras Langsung ke Petani

CIPATAT – Isu beras sintesis yang beredar membuat warga Kecamatan Cipatat membeli beras langsung kepada petani. Hal tersebut menghindari dikonsumsinya beras sintesis.

Salah satu warga bernama Euis Dinarsih mengaku dirinya membeli beras dari petani langsung sejak isu tersebut beredar di media. Bukan hanya itu, dirinya takut akibat memakan beras sintesis akan membuat kesehatannya memburuk.

”Beras sistesis tersebut kan kabarnya dibuat dari plastik. Jadi enggak boleh dimakan,” tuturnya kepada Bandung Ekspres, kemarin (26/05). Dirinya menambahkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari dikonsumsinya beras sintesis tersebut, dia lebih memilih membeli langsung beras kepada petani.

Beberapa petani beras memang terdapat di Kecamatan Cipatat. Apalagi petani tersebut sering berkeliling menjual berasnya. Hal tersebut memudahkan warga untuk membeli beras secara langsung kepada petani.

Beras yang dibeli ke petani langsung dirasa dirinya lebih murah dari beras yang beredar di pasaran. Biasanya Euis membeli beras dengan harga Rp 12.500 per kilogram di toko beras, tetapi dirinya membeli Rp 10 ribu per kilogram dari petani.

Hal tersebut juga membuat dia bisa menghemat pengeluarannya untuk membeli beras. Bukan hanya itu, beras yang dibeli langsung kepada petani rasanya berbeda jauh dengan beras yang dibeli di toko.

”Rasanya lebih manis dan lebih pulen ketika dimasak,” ucapnya. Dirinya menambahkan, rasa tersebut mungkin karena langsung panen sehingga rasanya lebih enak.

Di tempat yang berbeda, Aminah, petani beras di Kecamatan Cipatat menuturkan isu beras sintesis membuatnya beras miliknya laku dibeli warga. Bahkan pemasukannya lebih tinggi dari biasanya.

”Biasanya saya menjual beras ke bandar. Tetapi, banyaknya warga yang membeli beras langsung, saya mengurangi penjualan ke bandar,” ucapnya.

Bahkan dirinya mengurangi stok untuk kebutuhan pribadi demi warga yang membeli kepadanya. Akibat dari isu beras sintetis tersebut, dirinya bisa menjual beras sebanyak 10 kilogram setiap harinya.

Bukan hanya itu, dirinya juga mendapatkan untung dari hal tersebut. Penjualan ke bandar biasanya lebih rendah dari harga yang dipatok kepada warga. Dirinya juga mendapatkan keuntungan dari hal tersebut. (mg5/fik)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga