Misi Lanjutkan Tradisi

Yang pasti absen adalah Franck Ribery. Pemain asal Prancis itu masih berkutat dengan cedera pergelangan kaki. Absennya Ribery di sisi kiri serangan Bayern pun akan jadi beban bagi Mario Goetze dan Thiago Alcantara yang mengisi barisan tengah.

”Ada atau tidaknya Ribery saya rasa tidak masalah. Semua pemain akan melakukan yang terbaik. Semua pemain sadar kalau ini adalah pertandingan terpenting kami musim ini,” kata penjaga gawang Bayern Manuel Neuer.

Salah satu pelajaran penting bagi Bayern dari leg pertama adalah jangan sampai kebobolan di menit-menit awal. Dua gol Ricardo Quaresma pada laga pertama di Porto tercipta hanya dalam kurun waktu sepuluh menit. ”Untuk kali ini, yang harus kami lakukan adalah mengamankan gawang dan mencetak gol secepat-cepatnya,” ungkap bek Bayern Jerome Boateng.

Sementara itu, rekor lawatan Porto ke ranah Jerman memang tidak mentereng. Dalam 13 laga away melawan klub Jerman, Porto enam kali pulang dengan tangan hampa. Sisanya, tiga kali menang dan empat kali imbang.

Kemenangan terakhir Porto di Jerman diraih saat mengalahkan Hamburg 3-1 pada Liga Champions 2006-2007. ”Kami datang ke sini dengan kondisi yang sedikit lelah, baik fisik atau psikis. Tapi, kami merasa ini adalah tim terbaik kami,” tutur Julen Lopetegui, pelatih Porto, seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

Sayang, Porto tidak bisa bermain dengan kekuatan penuh. Dua pemain belakang, Alex Sandro dan Danilo, harus absen karena akumulasi kartu kuning. Untuk mengisi posisi lowong itu, Lopetegui mempunyai pilihan Ricardo Perreira dan Marcano.

Walaupun ada perubahan komposisi, Porto tetap tidak bisa dipandan remeh. Menurut Quaresma, yang dilakukannya bersama semua tim Porto saat ini adalah bagaimana meminimalisasi kesalahan. Baik dalam bertahan atau menyerang. ”Keyakinan kami saat ini adalah membuat pembeda lagi seperti leg pertama. Kami tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun di sini. Kami tahu hebatnya Bayern,” tegasnya. (ren/ca/asp)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan