Anies Akui Soal Asli

’’Telah terjadi kebocoran memang iya. Tetapi apakah bocoran itu dipakai siswa saat ujian, perlu dicek lagi,’’ katanya.

Cara paling mudah mengecek terjadinya kecurangan dengan melihat pola jawaban siswa yang salah. Kemudian bisa juga dengan menghitung rata-rata jumlah jawaban siswa yang salah.

Inspektur Jenderal Kemendikbud Haryono Umar mengatakan, dia sudah menurunkan tim untuk investigasi kasus di Perum Percetakan Negara ini. ’’Investigasi kami tidak mengganggu penangan oleh kepolisian,’’ kata mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Haryono menduga kebocoran naskah unas di Perum Percetakan Negara itu diduga motivasi ekonomi. Dia juga akan menelusuri apakah kebocan naskah di Perum Percetakan Negara itu terkait dengan laporan-laporan jual beli naskah yang masuk ke pusat pengaduan Itjen Kemendikbud.

Sementara Kabareskrim Komjen Budi Waseso menuturkan, ada laporan dari Kemendikbud terkait kebocoran soal Unas. Dalam laporan itu diketahui ada kebocoran akibat adanya oknum tertentu. ’’Begitu kami dalami, ternyata salah satu oknum dari Percetakan Negara,’’ ujarnya.

Maka Bareskrim saat ini berupaya melakukan penghentian penyebaran soal Unas. Caranya, tentu dengan menelusuri kemana saja penyebaran soal Unas tersebut. ’’Dari laporan tadi pagi, bahkan sebenarnya sudah diblok. Oknum dari percetakan negara itu telah diperiksa dan tidak bisa menyebarkan lagi,’’ jelasnya.

Apakah ada jaringan yang terorganisir untuk kebocoran soal Unas ini? Budi menjelaskan bahwa saat ini masih dalam tahap pemeriksaan awal. Dengan waktu yang begitu dini, belum bisa disimpulkan adanya jaringan terorganisir. ’’Itu belum kami temukan,” terangnya ditemui di Komplek Mabes Polri kemarin (15/4).

Yang dipastikan adalah soal yang dibocorkan itu telah menyebar. Hingga, saat ini Bareskrim masih menelusuri penyebarannya seperti apa dan sampai mana saja. ’’Sampai mana saja belum diketahui,’’ ujarnya. (mg10/wan/idr/gun)

Berita Terkait