Electric Raja Bandung

Puncaki Klasemen Final Four Proliga 2015

BANDUNG – Tim putra-putri Jakarta Electric PLN tampil sebagai pemuncak klasemen final four Proliga 2015 seri Bandung. Keduanya mencatatkan hasil sempurna dengan memenangi ketiga laganya di C’Tra Arena kemarin (5/4).

Di bagian putra, Sigit Hermanto dkk menekuk juara bertahan Surabaya Samator 3-1 (25-21,18-25,26-24,25-23). Kemenangan kemarin membuat Jakarta Electric mengemas poin delapan dari tiga kali main.

Sedang di bagian putri, Maria Jose Perez dkk menjinakkan Jakarta Popsivo PGN 3-1 (25-16,24-26,25-17,25-14). Victory kemarin membuat Jakarta Electric sempurna dengan poin sembilan di pucuk klasemen putri.

Nah, kemenangan tim putra Jakarta Electric atas Surabaya Samator diraih susah payah. Faktor buruknya dua pemain asing Surabaya Samator, Joe Estrada dan Alexander Gonzalez turut menjadi salah satu penyebabnya.

Estrada, tosser Surabaya Samator, gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sehingga di set kedua dan ketiga, justru tosser lokal Nizar Zulfikar yang dipasang. Baru di set keempat, Estrada mendapatkan posisinya di tim.

”Kalau motor serangan mogok, jangan dipaksa. Saya gunakan motor yang lain. Tapi nyatanya juga kurang bagus,” kata pelatih Surabaya Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono usai pertandingan.

Kekecewaan Ibarsjah kepada Estrada bisa saja merembet sampai final four seri Jakarta (10-12 April) mendatang. Pelatih timnas voli putra di SEA Games XXVIII/2015 itu menegaskan akan berbicara serius kepada manajemen soal Estrada ini.

Faktor lain yang membuat Surabaya Samator lemas adalah cedera engkel kapten mereka Mahfud Nurcahyadi di set pertama. Pemain muda yang diplot menggantikan Mahfud, Achmad Faisal Arifin dan Mirza Pratama, gagal maksimal.

Hal tersebut didukung pemain Surabaya Samator I Putu Randu. Randu mengatakan ketiadaan Mahfud membuat sosok leader di arena pertandingan kosong.

”Ada juga beberapa keputusan wasit yang kontroversial. Apalagi di poin-poin kritis. Itu ikut menjatuhkan semangat tanding kami,” beber Randu.

Sedang pelatih Jakarta Electric Putut Marhaento menyebutkan justru dua pemain asingnya, Alvarez Yoendri dan Roberto Camejo, sukses menjalankan perannya. Kontribusi keduanya sangat besar dalam menyerang maupun bertahan.

”Saya kira, cederanya Mahfud ikut mengubah jalannya pertandingan. Spiker penggantinya kurang optimal. Justru ketika tosser lokal Samator tampil dan semua anggotanya lokal, tim kami yang kelimpungan. Akhirnya kami pun mengganti strategi,” tutur Putut.

Di sisi lain, kemenangan tim putri Jakarta Electric atas Jakarta Popsivo tak lepas dari ‘menggila’nya Aprilia Manganang. Dari gebukan April, sapaan Aprilia Manganang, saja 30 poin tercipta selama pertadingan. Sementara kakak April, Amasya Manganang juga menjadi penyumbang poin tertinggi buat timnya. Yakni 18 poin.

”Kami berhasil membuat Popsivo capek. Kami memaksa Popsivo untuk banyak bermain reli. Sehingga kami dapat keuntungan ketika mereka semua lelah,” papar asisten pelatih Jakarta Electric Risco Herlambang. (dra/asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.