Berdasarkan catatan, pada bulan pertama tahun 2015, sudah ada 26 anak di KBB yang terungkap sebagai korban kejahatan seksual oleh pria dewasa. Ironisnya, para pelaku merupakan orang dekat yang harusnya menjadi pelindung tapi malah menjadi ”monster”.
Pelaku kejahatan seksual terhadap anak ada yang berprofesi sebagai guru ngaji, dan ayah kandungnya sendiri. Sementara anak-anak yang menjadi korban kejahatan seksual berusia antara 9 sampai 15 tahun. ”Kasus yang tidak terungkap mungkin lebih banyak dibandingkan yang terungkap. Ibaratnya seperti fenomena gunung es, hanya yang muncul kepermukaan bagian puncaknya sementara bagian dasarnya belum terungkap,” terangnya.
Menurutnya, disatu sisi semakin banyak kasus terungkap menjadi sebuah prestasi, tapi di sisi lain menimbulkan keprihatinan atas fenomena ahklak yang terjadi di tengah masyarakat. Faktor ekonomi, moral, dan lingkungan menjadi penyebab terjadinya kejahatan seksual. (drx/fik)
