oleh

Ilija Spasojevic Intip Persib 4 Tahun Lalu

Bangga Akhirnya Bisa Bergabung

Ilija Spasojevic ternyata sudah mulai mengintip Persib sejak 4 tahun lalu ketika masih bergabung bersama Bali Devata pada tahun 2011. Dia mengaku sangat merasa kagum dengan kebesaran tim asal Kota Kembang ini.

KEINGINGANNYA bergabung bersama Persib akhirnya tercapai. Eks bomber Pelita Bandung Raya (PBR) Ilija Spasojevic pun merasa bangga. Dia menilai, atmosfer bobotoh menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain asal Montenegro itu.

Bagi Spaso, kendati pernah mencicipi tampil di kasta tertinggi Eropa yakni, Uefa Champions League (UCL) atau Liga Champions Eropa pada babak kualifikasi, tetapi bergabung bersama Persib adalah pengalaman yang paling berkesan baginya.

Baca Juga:  Polemik, Marc Klok Tuding Pihak Persija Tak Menghormatinya

”Saya bermain di Eropa selama 8 tahun dan bermain di Liga Champion Eropa, tapi inilah karir terbesar saya bisa bergabung bersama Persib. Dengan pemainnya yang bagus dan suporternya yang luar biasa dan dikenal dengan sejarah timnya,” ujarnya kepada wartawan.

Sosok Vladimir Vujovic diakui pemain berusia 27 tahun itu menjadi penyebab dirinya hijrah ke Persib. Bagi dia, Vlado –sapaan Vladimir- adalah pemain yang memiliki kualitas mumpuni. Apalagi, di musim pertamanya bersama Persib, pemain tersebut mampu memberikan gelar juara.

”Luar biasa bisa bermain lagi bersama Vlado, dari dulu saya dan dia adalah teman dekat. Sangat senang bisa bermain dengan dia sebagai bek terbaik di Liga Indonesia,”ungkapnya.

Baca Juga:  Polemik, Marc Klok Tuding Pihak Persija Tak Menghormatinya

Meski begitu, kiprah bobotoh tak bisa dipungkirinya menjadi alasan kuat. ”Tetapi yang paling utama adalah bobotoh. Saya sudah tidak sabar bermain di hadapan bobotoh. Saya sering menonton tv dan melihat atmosfer bobotoh yang luar biasa,” ujarnya.

Spaso sendiri memulai memulai karir sepak bola di tanah air bersama Bali Devata di tahun 2011 lalu. Performanya yang apik membuat dirinya mulai dilirik beberapa klub, seperti Mitra Kukar, PSM Makasar, dan terakhir Pelita Bandung Raya. (mio/asp)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga