oleh

Istri Korban Tak Terima

 Pengacara Minta Terdakwa Dimaafkan

BALEENDAH—Sidang ke-2 kasus pembunuhan anggota Bengpushub Kodam 3 Siliwangi Serka Saeful Ridwan, 32, yang dilakukan YM alias Aken 38, memanas. Istri korban shok karena tidak terima kejadian tersebut menimpa dirinya.

Untuk diketahui, dalam jalannya sidang pembunuhan anggota TNI oleh Aken dilakukan di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Klas 1 A Bale Bandung. Saksi yang dihadirkan, istri korban dan pihak Dilmil/II Bandung.

Jalannya sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dio Syuhada SH, tersebut, istri korban, Ratna Ayu Juita mengatakan, barang bukti helm yang dihadirkan di dalam persidangan benar miliknya, yang diambil Aken (pelaku). Helm tersebut menjadi asal muasal kesalahpahaman antara korban dan terdakwa.

”Saya tahu tentang pembacokan suami saya dari seniornya Serka Ronny, teman sekantor suami saya di Bengpushub Kodiklat AD. Saat itu, suami saya sudah di RS Al-Islam Jalan Soekarno-Hatta Bandung,” kata Ratna saat di persidangan, kemarin (25/3).

Di bagian lain, pengacara terdakwa meminta kepada Ratna untuk memaafkan perbuatan terdakwa. Mendengar permohonan itu, Ratna langsung bereaksi dan mengatakan, tidak memaafkan atas perbuatan pelaku yang telah membunuh suaminya.

’’Saya ingin hukuman kepada pelaku hukuman seberat beratnya setimpal dengan perbuatannya,’’ ucap Ratna.

’’Semua yang terlibat dalam kasus ini harus dihukum yang setimpal juga. Apalagi ada oknum TNI yang terlibat dan ketiga TNI itu di bawah suami saya, Suami saya pangkatnya Serka sedangkan ketiga orang itu pangkatnya baru Pratu. Padahal udah tahu di TNI itu ke atasan itu gimana ada etikanya. Tapi kenapa mereka malah seperti itu,” papar Ratna di sela-sela sidang.

Dia mengatakan, terpukul dengan kejadian tersebut. Terlebih, korban adalah tulang punggung keluarga. Dia juga belum memiliki keturunan.

’’Saya sebagai Guru honorer di SD, setelah suami meninggal sedih dan merasa kesepian karena kepala keluarga sudah tidak ada. Selama pernikahan tiga tahun saya belum mempunyai buah hati. Kami lagi proses mempunyai anak, tapi tiba tiba suami meninggal dan saya yang tak terima kematian suami saya karena dibunuh,’’ paparnya lagi.

Sementara itu, saksi Serka Ronny memberikan Intruksi saat Ratna sedang ditanyai sebagai saksi. Ronny merasa kecewa karena dia tidak dipanggil sebagai saksi dalam persidangan itu akhirnya dia komplen pada Hakim. Sebab, dia merasa pihaknya yang sudah membawa korban ke RS Al Islam. Akhirnya Hakim mempersilakan Ronny untuk bersaksi.

Ronny berharap, saksi-saksi lain yang berada di tempat kejadian dihadirkan di persidangan. ’’Saya hanya dipanggil sama penyidik di PM di Denintel saja. Dari pihak kepolisian saya tidak dipanggil. Makanya saya bingung di sini kenapa saya tidak dibuat saksi. Sebab, istri korban juga tahu kejadian itu dari saya,’’ jelasnya.

Dia mengatakan, dalam kondisi kritis usai dibaceok, korban menghubungi pukul 21.09 (26 Juli 2014). ’’Dia bilang, bang saya dibacok di depan klinik Ciguruwik,” tandasnya menirukan korban. (yul/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga