Deadline 18 April

Untuk Bereskan Infrastruktur Publik

SUMUR BANDUNG – Jelang event peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin giat membenahi infrastruktur publik. Terutama, trotoar granit yang akan terpasang di Jalur Asia Afrika. Pengerjaannya akan dikebut 24 jam. Hal tersebut dijelaskan Sekretaris Dinas Bina Marga dan Pengairan Umum (DBMP) Kota Bandung Didi Ruswandi.

Didi menjelaskan, sistem kebut itu dilakukan, agar trotoar bisa cepat selesai. Sebab, deadline-nya harus sudah beres pada Sabtu (18/4) mendatang. ’’Oleh karena itu kita kebut pengerjaannya selama 24 jam, agar proses pengerjaam selesai tepat waktu,’’ ungkap Didi kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, belum lama ini.

Ada dua tipe yang digunakan dalam renovasi trotoar ini. Berpola atau patterned concrete dan tidak berpola. Untuk jalan yang dekat dengan Gedung Merdeka, trotoarnya hanya akan ditambah granit. Sedangkan, lokasi yang tidak terlalu dekat dengan Gedung Merdeka, akan dilengkapi patterned concrete atau beton berpola.

Saat ini, pengerjaan di beberapa proyek infrastruktur sudah mulai berjalan. Seperti diketahui, untuk pekerjaan penataan jalan dan infrastruktur terbagi menjadi dua zona. Yaitu, Zona I dan Zona II. Zona I meliputi Jalan Asia Afrika, Braga, dan Cikapundung Timur. Trotoar di kawasan itu akan ditambah granit. Sedangkan, untuk Zona II meliputi Jalan Naripan, Dalem Kaum, Tamblong dan Lembong. Semuanya akan dipasangi beton berpola.

Didi menerangkan, Jalan Asia Afrika sudah dipasangi granit. Sementara untuk kawasan Cikapundung Timur, akan dilebarkan trotoarnya. Di Jalan Lembong dan Tamblong pun sudah dibongkar sebagian. ’’Hari ini (besok) atau besok (lusa) ada pemindahan potnya,’’ terang dia.

Lebih lanjut Didi mengatakan, khusus untuk Jalan Cikapundung dan Jalan Dalem Kaum, akan dilakukan perbaikan jalan dan trotoat sekaligus. Sebab, Jalan Dalem Kaum akan dijadikan jalur pedestrian. Khusus untuk tempat berlalu-lalang. ’’Jadi untuk mendorong orang berbudaya berjalan kaki,’’ ucapnya.

Didi menargetkan seluruh pekerjaan dapat selesai kurang lebih selama 40 hari, tepat pada 18 April mendatang. Pasalnya, pada 22 April, perhelatan KAA sudah dimulai. Oleh karena itu, pihaknya menginstruksikan para pekerja renovasi supaya tidak buang-buang waktu.

’’Pemindahan pot itu kita gunakan tenaga swakelola. Pemindahan pot di tamblong, kemudian Cikapundung. Kita yang bongkarnya, diskamtam yang ngangkutnya,’’ ungkap dia. (fie/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.