oleh

Penjualan Motor Naik 11 Persen

Yamaha Optimistis Pasar Bebek Tumbuh

BOGOR – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan, kondisi penjualan sepeda motor di dalam negeri baru akan normal pertengahan tahun nanti. Pada Februari lalu, penjualan sepeda motor mulai merangkak naik 11 persen dibanding bulan sebelumnya.

’’Kami cukup senang, pada Februari penjualan mulai menunjukkan sisi positif, yakni naik 11 persen dibanding bulan sebelumnya. Semoga ini menjadi awal yang baik agar penjualan di kuartal II tahun ini bisa lebih baik,’’ kata Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata kemarin.

Sebagaimana diketahui, penjualan sepeda motor pada Februari 2015 mencapai 570.524 unit, lebih tinggi dibanding Januari yang 513.816 unit. Padahal, kata Gunadi, situasi ekonomi masih belum mendukung. ’’Ini berarti kebutuhan masyarakat akan sepeda motor memang tidak bisa dibendung. Mau krisis bagaimanapun, motor tetap diperlukan,’’ jelasnya.

Baca Juga:  PKS dan PPP Jabar Bakal Adakan Pertemuan Bahas Poros Islam

Meski begitu, dia menjelaskan, penjualan pada Februari belum bisa dikatakan ideal. Sebab, jika dibandingkan dengan Februari 2014, penjualan itu menurun 16 persen. Pada Februari 2014, penjualan sepeda motor mampu mencapai 681.267 unit. ’’Yang parah, turunnya Januari kemarin sampai 30 persen. Tapi, kalau kondisinya bisa kembali normal, kami yakin akhir tahun bisa 7,9 hingga 8 juta unit,’’ ujarnya.

Assistant General Manager (GM) Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur menuturkan tetap optimistis bahwa pasar sepeda motor di Indonesia akan terus meningkat meski banyak tantangan. ’’Produsen dituntut untuk selalu inovatif agar pasar kembali bergairah dan tidak bosan,’’ katanya di sela peluncuran Yamaha Jupiter MX 150 dan MX King 150 di Sirkuit Sentul, Bogor, kemarin.

Baca Juga:  Volume Kendaraan Menuju Sumedang Masih Landai, Polisi Siapkan Antisipasi Jika Terjadi Lonjakan

Masykur menilai, penggunaan kata “King” tidak sembarangan. Sebab, Yamaha pernah memiliki legenda motor dua tak, yaitu RX King, di masa lalu. Penggunaan kata “King” itu sengaja dipilih karena Jupiter menjadi penyelamat pasar bebek (underbone) Yamaha. “Saat pasar underbone sedang turun, Jupiter MX tetap stabil penjualannya. Kami targetkan MX King terjual 15 ribu unit per bulan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan tidak ingin ikut mengkhawatirkan pasar motor bebek (underbobe) yang akan segera habis. Sebab, berdasar penelitian Yamaha, pasar motor bebek kelas atas (premium) tetap meningkat. ’’Kami yakin segmen ini tetap memiliki konsumennya sendiri meskipun jenis matik saat ini memang mendominasi pasar. Apalagi yang kami hadirkan sekarang ‘king of street’ yang melegenda,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Meski Pandemi, 50.000 Buruh Siap Beraksi di Hari Buruh

Sementara itu, tengah lesunya pasar otomotif di Surabaya awal tahun ini tidak membuat Yamaha berdiam diri. Sebaliknya, Yamaha kembali mengenalkan produk baru.

General Manager Marketing PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ), main dealer Yamaha Jawa Timur (Jatim), Agung Mundi menuturkan, selain mengandalkan tipe terbaru, pihaknya mengeluarkan produk yang segmented. ’’Awalnya, matik identik dengan motor perempuan. Tapi, dengan keluarnya Soul GT, paradigma itu hilang. Sekarang kami luncurkan lagi all new Soul GT yang lebih gagah,’’ kata Agung di sela acara pengenalan all new Soul GT kemarin.

Menurut dia, berdasar hasil survei, pengendara motor kini didominasi laki-laki. Yakni, setiap tiga pria mempunyai satu motor, sedangkan tiap sembilan perempuan hanya memiliki satu motor. Potensi itu pun dimanfaatkan Yamaha untuk menggenjot sales. (wir/ias/c22/c15 /agm/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga