oleh

BOPI Siapkan Opsi Terburuk

Tak Beri Rekomendasi klub Yang tak Patuh

JAKARTA – Kepastian berjalannya ISL 2015 masih harus menunggu proses akhir verifikasi yang dijalankan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Kenyataan bahwa tidak semua diantara 18 klub ISL menjalankan proses administrasi yang disyaratkan BOPI membuat badan dibawah Kemenpora tersebut siap mengambil opsi terburuk.

Opsi tersebut yakni membuat klub ISL yang memang tidak mampu melaksanakan syarat BOPI tersebut untuk angkat kaki dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu. Artinya, akan ada kejadian Persik-Persiwa edisi kedua, dimana kedua klub tersebut dipaksa tak bisa bermain di ISL setelah tidak mampu memberikan proyeksi keuangan mereka untuk musim 2015.

Noor Aman, Ketua BOPI kepada Jawa Pos (induk Bandung Ekspres) kemarin (9/3) menyatakan, terus menjalankan verifikasi administrasi dari 18 klub ISL yang ada. Dia mengakui bahwa dalam proses yang dijalankannya, diketahui sejumlah klub belum menuntaskan syarat administrasi. Dalam hal ini, paling banyak adalah yang berkaitan dengan pajak klub dan pemain klub bersangkutan.

’’Kalau memang klub tidak bisa menyelesaikannya, sebaiknya mereka tidak bisa ikut ISL,’’ katanya. Pernyataan itu mengisyarakatkan bahwa BOPI akan menurunkan rekomendasi kepada PT Liga Indonesia (LI) selaku operator ISL untuk tidak mengikutsertakan klub yang “gagal” melengkapi syarat dari BOPI itu.

Akhir pekan lalu, pihak PT LI memang telah mengirim berkas lanjutan dari 18 klub. Tapi, menurut Noor, berkas tersebut memang belum mewakili semua yang diharapkan pihak BOPI. ’’Memang benar PT LI sudah mengirim sisa berkas yang ada dimereka, saat ini masih kami dalami,’’ jelasnya.

Dari 18 klub ISL ada tiga klub yang sudah menjalani club licensing dari AFC (Asosiasi Sepak Bola Asia). Di antaranya adalah Persib Bandung, Persipura Jayapura dan Arema Cronus. Tapi Noor Aman menyatakan bahwa pihaknya yakin dengan Persib dan Persipura. Namun dalam kasus ini, BOPI masih mempertanyakan status legal dan administrasi Arema Cronus. ’’Kalau Persib dan Persipura kan sudah diverifikasi AFC,’’ katanya.

Sedangkan, Arema Cronus sekalipun juga menjalani verifikasi, Noor mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan keganjalan dalam berkas mereka.

Sementara itu, Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia kepada media kemarin (9/3) menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan BOPI. Dalam hal ini, yang dimaksud komunikasi yang dimaksud Joko adalah kaitannya dengan kepastian kick off ISL pada 4 April nanti. ’’Kami berupaya untuk menyelesaikan permintaan BOPI, teman-teman klub juga demikian,’’ katanya.

Saat disinggung mengenai opsi terburuk yang dimunculkan BOPI, Joko langsung menanggapi dingin pertanyaan Jawa Pos. Menurutnya, sejak pertemuan 23 Februari lalu, PSSI-PT LI dan BOPI sudah bersepakat untuk bisa berkoordinasi untuk bisa menjalankan ISL sesuai rencana.

’’Bagi kami, spiritnya adalah bukan untuk mengamputasi klub yang bermasalah. Tapi, bagaimana agar kompetisi ini bisa berjalan dengan koordinasi semua pihak,’’ tegas pria yang juga menjadi Sekjen PSSI tersebut. (nap/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga