oleh

Pemda Bandung Barat Entaskan Kemiskinan

IPM Harus Lebih dari 75,09 Persen

NGAMPRAH – Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat bertekad menurunkan angka kemiskinan pada 2015. Hal ini dilakukan guna memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat, terutama fokus di tiga bidang mulai dari kesehatan, pendidikan dan juga infrastruktur.

Kartu Cermat KBB - bandung ekspres
TINGKATKAN TARAF HIDUP: Bupati KBB H.Abubakar didampingi Wakil Bupatinya H. Yayat. T. Soemitra melaksanakan kegiatan Workshop dan peluncuran pro­gram Kartu Cermat KBB, belum lama ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Maman S Sunjaya menyatakan, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Bandung Barat (KBB), bahwa jumlah masyarakat miskin di Bandung Barat mencapai 300 ribu jiwa atau 89 ribu kepala keluarga (KK) dari total penduduk KBB sebanyak 1,5 juta jiwa.
”Dengan fokus membenahi di tiga bidang seperti pendidikan untuk menuntaskan wajib belajar bagi warga miskin agar tetap sekolah. Pemerintah tentu akan membantu agar semua warga miskin juga mendapatkan bantuan untuk tetap sekolah. Untuk pendidikan saja sekarang sekitar Rp800 miliar digelontorkan,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Hal lainnya, lanjut Sekda, dibidang infrastruktur atau perbaikan jalan, pemda menggelontorkan anggaran yang besar agar masyarakat dapat menikmati jalan yang mulus. ”Kalau jalan mulus tentu perkembangan wilayah akan semakin baik dan berkembang,” ungkapnya seraya menyebutkan dibidang layanan kesehatan juga harus dirasakan masyarakat miskin.

Diungkapkan Sekda, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk di Bandung Barat pada 2014 lalu mencapai angka 74,92 dari target yang harus dicapai 75,09. ”Artinya kita dapat dikatakan berhasil dalam melakukan pembangunan manusia. Ke depan tentunya akan dikejar terus agar target IPM kita bisa tercapai,” ujarnya.

Selain ketiga bidang yang harus dicapai, lanjut Sekda, pihaknya juga bakal berkonsentrasi terhadap program baru yang akan dilakukan oleh Peran Perempuan dalam Pembangunan yang ada di jajaran Pemda Bandung Barat. ”Seperti halnya melakukan program Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Nah, kita juga bakal melakukan program baru seperti P2WKSS di masing-masing kecamatan,” terangnya.

Sekda menambahkan, jika program dilakukan dengan baik, tentunya bakal bermuara kepada visi misi Bandung Barat yakni Cermat untuk meraih hari esok yang lebih baik. ”Untuk meraih visi Cermat salah satunya ditentukan oleh IPM. Lihat saja sekarang, sebelum dilakukan pemekaran, wilayah KBB ada di bawah rata-rata Jabar, dan saat ini justru di atas rata-rata Jabar,” ungkapnya. (drx/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga