oleh

AKI-AKB Masih Tinggi

Kabupaten Bandung Terapkan Program EMAS

SOLOKANJERUK – Program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) bertujuan membantu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang baru lahir. Pasalnya, kematian AKI dan AKB di Kabupaten Bandung masih tinggi.

Senam Hamil
DEMI JABANG BAYI: Sejumlah ibu hamil melakukan senam bersama-sama. Senam hamil berfungsi membuat ibu rileks saat melahirkan sekaligus melancarkan persalinan. Sementara itu di Kabupaten Bandung, angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir masih tinggi.

Oleh karena itu, pihak terkait membentuk kegiatan pengukuran indeks masyarakat sipil. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana peran Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Bandung dalam upaya menurunkan AKI/AKB.

’’Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat dan menguatkan jaringan Ormas dan LSM dalam upaya gerakan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Bandung,’’ ungkap Koordinator Forum Masyarakat Madani Kabupaten Bandung Ana Sopyan kepada Soreang Ekspres (Grup Bandung Ekspres) di Solokanjeruk, kemarin (9/2).

Menurut Ana, program EMAS ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI. Di Indonesia, baru enam provinsi yang diintervensi program EMAS. Salah satunya, Provinsi Jawa Barat (Jabar). Di Jabar sendiri, hanya lima kabupaten yang ikut program. Di antaranya, Kabupaten Cirebon, Bandung, Bogor, Karawang dan Indramayu. ’’Sementara di daerah kabupaten, baru delapan kecamatan yang baru kami Intervensi,’’ tuturnya.

Dikatakan Ana, penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir baru mencapai 25 persen. Dalam hal ini, EMAS fokus ke propinsi yang memiliki angka kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi di Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Penguatan Peran Masyarakat Sipil (PPMS) Ridwan Parid menjelaskan, fokus kegiatan EMAS adalah pada intervensi peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan di rumah sakit dan Puskesmas. Serta meningkatkan sistem rujukan kegawat daruratan. ’’Salah satu strategi yang digunakan oleh EMAS adalah dengan memperkuat keterlibatan masyarakat melalui pembentukan Forum Masyarakat Madani (FPM),’’ ujar Parid.

Lanjut dia, FMM tersebut adalah forum masyarakat yang terdiri dari Organisasi Masyarakat, Organisasi Kepemudaan, Relawan dan LSM yang peduli dan memiliki komitmen yang sama dalam upaya menurunkan AKI & AKB di Kabupaten Bandung. Forum Masyarakat Madani dikenal dengan nama Forum Masyarakat Peduli KIBBLA dan telah dibentuk sejak tahun 2013.

Sedangkan, Indeks Masyarakat Sipil (IMS) atau Civicus Index adalah sebuah alat yang disusun oleh organisasi “CIVICUS” yang telah banyak digunakan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan Civil Society. Program EMAS telah memanfaatkan Indeks Masyarakat Sipil untuk mengukur kondisi Civil Society di daerah-daerah yang menjadi Intervensi EMAS. ’’Hasil dari pengukuran IMS kemudian menjadi bahan dalam menginisiasi pembentukan Forum Masyarakat Madani,’’ katanya.

Namun, seiring berjalannya waktu tentu akan ada perubahan-perubahan yang terjadi di dalam OMS atau ormas yang terlibat dalam FMM. Oleh karena itu, akan dilakukan kembali pengukuran IMS untuk mengukur sejauh mana perkembangan OMS setelah terjadi interaksi dan keterlibatan dalam Program Penyelamatan ibu dan bayi baru lahir. ’’Setelah Civicus Indeks ini dilakukan, kegiatan selanjutnya adalah Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahunan Forum Masyarakat Madani di Kabupaten Bandung,’’ tandasnya. (mg16/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga