oleh

Di Ambang Gelar Pertama

Chelsea 1 vs Liverpool 0

CHELSEA masih terbuka peluangnya untuk meraih lebih dari satu gelar musim ini. Sekalipun sebelumnya sudah kehilangan buruan trofi dalam Piala FA, gelar juara dari turnamen kelas tiga seperti Capitol One pun sudah menanti di depan mata. Chelsea sudah menanti lawan di final, Maret mendatang.

Hasil tersebut tidak terlepas dari kemenangan penting dalam leg kedua semifinal Capitol One kontra Liverpool, di Stamford Bridge, dini hari kemarin (28/1). Untuk menentukan langkahnya, armada The Blues harus menanti hingga babak extra time sebelum akhirnya Branislav Ivanovic menjadi pahlawan Chelsea pada menit ke-94.

Klub pemuncak klasemen sementara itu pun menang dari goal aggregate, setelah dalam leg pertama yang berlangsung di Anfield, 20 Januari lalu kedua klub ini hanya mampu bermain imbang 1-1. Final di Stadion Wembley nanti menjadi yang keenam kali bagi tim asuhan Jose Mourinho ini sepanjang sejarah.

Tiket ke final tersebut didapatkan John Terry dkk dengan susah payah. Bukan melihat di sisi gol yang baru tercipta setelah waktu normal, melainkan dari bagaimana kerasnya tim lawan dalam memberi perlawanan. Statistik Whoscored mencatat perbandingan dari sisi penguasaan bola nyaris berimbang, 54 banding 46 persen.

Pun demikian dari sisi percobaan tendangan ke gawang. Sekalipun bertindak sebagai tim tamu, The Reds tidak gentar menyulitkan Chelsea. ’’Di sinilah kami bisa menunjukkan bagaimana sebenarnya karakter permainan kami,’’ ujar Ivanovic seperti yang dikutip dari Associated Press.

Sebagai juru racik, Mou sendiri mengetahui betapa sulitnya anak asuhnya membendung serangan Liverpool. Terutama pada babak pertama. Untungnya, sedikit demi sedikit pada babak kedua persoalan tersebut bisa diatasi. Terlebih setelah masuknya Ramires mengisi posisi yang ditinggalkan Cesc Fabregas pada menit ke-49.

Mou mengakui masuknya Rambo membawa sedikit perubahan. Ritme serangan Chelsea jadi lebih deras begitu pemain berkebangsaan Brasil itu masuk. Mou menganggap hal ini sebagai momen kembalinya Ramires. ’’Ramires sudah kembali, ini berita terbaik kedua selain lolos ke final,’’ cetusnya.

Secara terbuka, dia mengapresiasi apiknya perlawanan yang disuguhkan pelatih Brendan Rodgers. Dalam kondisi Liverpool yang tidak sebagus Chelsea, Rodgers dapat menahan serangan Chelsea. ’’Inilah Liverpool yang baru dari Rodgers, klub yang bisa menyulitkan kami, beruntunglah kami bisa mengalahkan klub sekelas Liverpool melalui dua putaran,’’ lanjut dia.

Sebaliknya, apabila Chelsea membuka peluang meraih gelar pertamanya musim ini, maka Liverpool tinggal berharap lonjakan performanya dalam Piala FA. Liverpool masih harus menjalani laga replay babak keempat menghadapi Bolton Wanderers, 4 Februari nanti di Macron Stadium, Bolton.

Walaupun mengalami kekalahan, Rodgers tidak mau anak asuhnya disebut tampil buruk dalam laga tersebut. Dia menilai performa anak asuhnhya sudah dalam posis puncak, itu bahkan diklaim lebih baik ketimbang Chelsea. ’’Mereka (Chelsea) hanya beruntung punya penjaga gawang sekelas (Thibaut) Courtois. Dialah kunci dari kemenangan,’’ ujar Rodgers.

Selain dari potensi kuatnya pertahanan yang ditunjukkan skuadnya dalam laga kemarin, Rodgers juga bisa sedikit tersenyum untuk modal anak asuhnya pada laga berikut. Dalam laga Premier League akhir pekan ini mereka sudah siap menantang West Ham. Demikian juga untuk laga melawan Bolton.

Terutama dengan kembalinya Daniel Sturridge. ’’Mestinya laga itu terlalu dini untuknya. Tapi, dia bisa kembali ke tim lagi. Dengan permainan tim yang semakin konfiden, dan kami menempatkan dia pada salah satu 11 orang di lapangan, maka akhir pekan ini akan jadi saat menyenangkan,’’ tegasnya. (ren/far/azu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga