oleh

Waspada Saos Sambal Berbahaya

Pedas karena Dicampur Bahan Kimia Tekstil

BANDUNG KIDUL – Bagi anda yang menggemari makanan dengan menggunakan saos sambal harus berhati-hati. Polrestabes Bandung, kemarin (26/1), menggerebek pabrik pembuatan saos sambal yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Yakni, di Jalan Cicukang No 6, RT 04/03, Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kidul.

Penggerebekan dipimping langsung Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol. Dia didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Mokhamad Ngajib dan Kepala Polsek Bandung Kulon Komisaris Asral Bakar.

Yoyol mengatakan, bahwa saos sambal yang diproduksi pabrik rumahan itu mengandung bahan kimia berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi manusia. ’’Ini ada saos dan sambal yang harusnya terbuat dari cabai tapi malah dari bahan kimia. Dan kalau dikonsumsi oleh manusia akan mengakibatkan tenggorokan kering, kanker dan gangguan ginjal,’’ ujar Yoyol.

Bahan kimia yang terkandung dalam saos itu adalah Leoserin Capsikum yang memberikan rasa pedas seperti cabai. Padahal, kata Yoyol, itu adalah sebuah pewarna tekstil yang bila masuk ke dalam tubuh manusia dapat berakibat fatal. Selain itu, terkandung juga bahan lainnya seperti pewarna sun set, pewarna jenis poncau juga potasium pospat yang sama berbahayanya. ’’Harusnya cabai itu kan pedas, tapi ini dibuat dari bahan kimia,’’ tukas Yoyol.

Pabrik rumahan milik Tjang Ket alias Edi, 52, ungkap Yoyol, telah beroperasi sejak tahun 2000. Dan memiliki omzet Rp 100 juta per hari. Pemasarannya dilakukan di seluruh pasar-pasar tradisional di wilayah Jawa Barat. ’’Yang bersangkutan juga menjual produksi tidak sesuai dengan kemasan. Dan tidak mencantumkan masa kadaluarsanya,’’ papar Yoyol.

Edi sendiri berkilah produk olahannya yang dibanderol Rp 20 ribu per bungkus tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Disinggung banyaknya bahan kimia di tempatnya, Edi beralasan, pihaknya sedang kehabisan bahan baku untuk memproduksi pelengkap makanan itu. ’’Ya kebetulan saja sedang habis. Biasanya dikirim dari Cirebon,’’ aku Edi.

Cara pembuatan saos ini dengan mencampurkan seluruh bahan dalam satu drum. Kemudian, dilarutkan dengan air panas kurang lebih 30 liter. Kemudian bahan diaduk sampai larut dengan cara di-mixer. Bahan yang dicampur adalah ampas tapioka, ekstrak bawang putih, ekstrak cabai, saskrin, garam, cuka, pewarna sunset, pewarna poncau, potasium pospat, dan bibit cairan tomat.

Setelah larut, saus sambal yang sudah jadi akan dikemas untuk diedarkan ke pasar-pasar. Merek-merek saus yang diproduksi pabrik ini antara lain Sinarsari, Unggul Sari dan Indosari. ’’Dipasarkan di pasar-pasar Subang juga Caringin,’’ ucap Edi.

Akibat produksinya ini, sang pemilik dijerat Pasal 62 ayat (1) UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 136 UU No 18/2002 tentang Pangan. (mg6/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga