Akui Baru Pertama Masuk Percetakan

Disinggung permasalahan pemuatan iklan oleh aparatur negara, Yuddy mengatakan, hal itu tidak boleh dilakukan oleh aparat negara apa pun. Sehingga, iklan yang dimuat pada sebuah media tidak seperti mempromosikan seseorang. Misalnya, iklan ucapan selamat yang mencantumkan foto aparaturnya dengan ukuran besar. Karena dikhawatirkan menggunakan uang dinas. ”Kalau dia berani buat iklan, nanti kita usut,” tukasnya.

Namun, hal itu dimaksudkan untuk memicu kreativitas aparatur negara. Supaya terdorong mengemas kegiatan kedinasan yang dapat ditampilkan oleh media. ”Atau dia bisa buat advertorial. Kan dibacanya juga lebih enak,” katanya.

Di akhir perbincangan, Yuddy menegaskan, meskipun dirinya bertugas sebagai Menpan-RB, tetapi merasa perlu menyampaikan aspirasi lain kepada Presiden. Apalagi dirinya mengaku, sebagai putra daerah Jawa Barat, selalu ada panggilan hati untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan di daerahnya. ’’Di mana-mana juga perbaiki dulu tempat pertama (kelahiran), baru yang lain. Karena Jawa Barat ini penduduknya paling banyak se-Indonesia,’’ kata dia. (mg2/tam)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan