Umuh pun Dicibir Bonek

bandungekspres.co.id, Bandung – Umuh Muchtar jadi bulan-bulanan kelompok suporter Persebaya Surabaya. Dia dituding ikut andil ditolaknya pemutihan Persebaya 1927 dalam Kongres Luar Biasa PSSI, Kamis (10/11) lalu.

Cacian kepada pria karib disapa Pak Haji ini sempat ramai di berbagai media sosial. Lalu bagaimana reaksi Manajer Persib Bandung ini?

”Saya minta maaf, mungkin salah paham justru saya mendukung (Persebaya) dari awal,” ujar Umuh, di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, kemarin (11/11).

Bahkan Umuh pun sudah mengajukan kepada Ketua dan Wakil PSSI untuk menomorsatukan pemutihan dari ke-4 klub, khususnya Persebaya 1927.

”Saya pun juga menitipkan ke Joko Driyono dan Ketua Umum PSSI (Edy Rahmayadi). Saya menginginkan Persebaya kembali dan diprioritaskan,” ungkapnya.

Dia memang tak menampik sempat mengangkat tangan pada saat KLB untuk menyatakan sikap. Namun hal ini dilakukan bukan menolak pemutihan Persebaya 1927 dan 3 klub lama lainnya. Bilamana Umuh mengetahui pembahasan tersebut menyangkut masa depan Persebaya, dia akan memperjuangkan.

”Saya mengangkat tangan karena menolak sementara 44 klub (baru), karena yang mengajukan. Karena dari Jawa Barat saja ada 10 klub,” ungkapnya.

Umuh juga menyampaikan, sebelum ada KLB sudah mendukung penuh Persebaya 1927 kembali bergeliat di pentas sepak bola Indonesia. Dia mengaku akan tetap berkomitmen untuk itu.

Terlebih, sahut Umuh, Persib dan Persebaya memiliki ikatan persaudaraan yang kental termasuk para pendukungnya, yakni Bobotoh dan Bonek.

”Kenapa saya bela Persebaya karena dengan Persib sangat erat dan baik. Kalau antara sahabat ada masalah yang benar saja, masa seperti itu,” katanya.

Secara pribadi dia bisa merasakan kekecewaan yang dirasakan oleh bonek. Andaikata hal tersebut dialami pula oleh tim-tim besar lainnya yang mentas di Indonesia tentu saja para pendukungnya akan sakit hati.

“Saya menggambarkan kalau klub-klub besar seperti Persib, Arema atau Jakmania juga seperti Persebaya saat ini pasti sakit hati. Persebaya harus tetap ada di Surabaya seharusnya begitu,” pungkas Umuh. (ryt/rie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan