Akademi Persib, SSB Bertaraf Internasional

Minimal Bisa Merumput di Tim Nasional

1224
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
AKADEMI PERSIB: Inter Vice President Javier Zanetti melakukan Coaching Clinic bersama Akademi Persib di Stadion Siliwangi, kemarin (13/2).

Masa depan sepak bola di Jawa Barat kian berkembang. Bagaimana tidak, metode kepelatihan sepak bolanya sudah ala Italia dan dipupuk sejak usia dini dalam Akademi Persib. Harapan anak muda Indonesia bersinar di level dunia pun kini bisa terbuka lebar.

Ipan Sopian, Bandung

Legenda sekaligus Wakil Presiden Inter Milan Javier Zanetti menjadi magnet bagi bobotoh di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, kemarin (13/2). Bagaimana tidak, keahlian mantan kapten Inter Milan tersebut akan bisa dipelajari para pelajar di Akademi Persib.

Javier Zanetti memang sengaja hadir dalam peluncuran ini Akademi Persib tersebut bersama Erik Tohir. Menurut dia, program ini satu-satunya cara untuk menciptakan sebuah set-up yang mampu mengembangkan sepak bola remaja pada tingkat yang benar-benar global. ”Semua anak suka bermain sepak bola dan saya sangat senang,” ujar Zanetti.

Menurut dia, program itu tak hanya ada di Indonesia. Program ini sudah berkembang dibeberapa negara seperti Argentina, Brasil, China, Kolombia, Jepang dan Arab Saudi. Di mana ada  15.000 anak muda, 200 instruktur lokal dan 30 pelatih Italia ikut serta dalam proyek ini.

Dia mengklaim, proyek ini adalah wajah internasional Inter Milan yang terkenal baik untuk kesuksesan di lapangan dan kemampuan pelatihnya, untuk mengembangkan dan membimbing pemain profesional pemula.

”Tujuan Inter Academy adalah untuk berbagi metodologi pembinaan dan melatih pelatih dan anak-anak di negara mereka sendiri sambil menghormati peraturan sepak bola internasional dan mempertahankan standar moral yang tinggi,” tutur Zanetti.

Dia memaparkan, dalam akademi ini ditekankan rasa tanggung jawab. Sebab, proyek itu merupakan cerminan langsung dari sejarah dan filosofi Inter Milan.

”Menghormati orang lain, partisipasi aktif dalam kehidupan kelompok, bertukar gagasan dan saling berbagi kemenangan dan kekalahan merupakan bagian penting dari etos akademi ini,” tegasnya.

”Ini juga merupakan langkah maju yang penting bagi perkembangan permainan di Indonesia,” sambungnya.

Akademi Persib ini merupakan after school program untuk anak-anak usia dini, terutama usia 10-16 tahun yang tertarik dan memiliki talenta bersepak bola. Nantinya, para peserta didik akan diasah kemampuan mereka dalam bersepakbola, baik secara teknik dan skill.

”Berbagi semangat dan pandangan hidup dan segala sesuatu yang dimiliki Inter Milan terutama kepada pelatih dan kepada anak-anak yang dilatih,” jelasnya.

Bukan tak mungkin, kata Zanetti, kelak jebolan Akademi Persib ini bakal menjadi bagian Tim Nasional yang turut medongkrak prestasi negara. Atau juga, tak menutup kemungkinan direkrut oleh Inter Milan ataupun tim-tim lainnya.

”Yang penting membina anak-anak di tempat ini prestasinya juga untuk negara ini. Bahwa kemungkinan ada talenta  yang istimewa kemungkinan terbuka untuk bergabung dengan Inter atau klub manapun,” paparnya.

Sementara itu, Global Youth Business Director Inter Milan Barbara Biggi mengatakan, Akademi Persib ini adalah proyek jangka panjang. Sebagai awalan, hanya terfokus mengembangkan potensi pemain muda.

Memang, secara infrastruktur dan sarana di Indonesia jauh berbeda dengan Italia. Kata dia, bisa jadi ke depan akan ikut berkembang.

”Untuk sekarang ini hanya baru terfokus kepada para pemainnya, untuk ke depannya bisa jadi ke hal yang lainnya. Nanti ke depannya tentunya akan ada perkembangan,” tandasnya.

Manajer Diklat Persib, Yoyo S Adiredja mengatakan, penggawa diklat nantinya akan dihuni siswa dari Akademi Persib yang berbakat.

”Kalau di antara mereka ada yang menujukan talenta bagus punya  kesempatan masuk diklat. Jadi diklat itu orang orang pilihan dari akademi,” ujar Yoyo.

Secara teknis, lapangan yang akan digunakan Akademi Persib, yakni di Secapa Ad, Lapangan PPi, Arhanud, Lodaya dan Siliwangi.

Akademi Persib memberikan jalan kepada pemain muda untuk bergabung dengan diklat. Pemain bertalenta yang membina ilmu di akademi yang berkerjasama dengan Inter Milan ini akan mendapat kesempatan membela Maung Ngora.

Yoyo menganalogikan, Akademi Persib tak ada bedanya dengan Sekolah Sepak Bola (SSB). Hanya saja, nuansa akademisnya lebih kuat, karena melibatkan sport science juga akan ada High Performance Unit (HPU).

”Jadi anak-anak ini punya data masing-masing terukur semuanya. Ukuran ini yang akan menetukan dia ini masuk diklat atau tidak,” katanya.

Namun, sekalipun tidak masuk diklat, anak didik Akademi Persib akan punya rapor bedasarkan tes yang dilakukan setiap tiga bulan. Sehingga, kekurangannya akan terpantau lewat statistik.

”Sehingga ada penanganan individu tidak hanya main game, main tim atau set play. Sebab, tujuan utamanya adalah mendidik anak-anak ini supaya lebihbk berprestasi,” jelasnya.

Pada Akademi Persib, Yoyo katakan, setiap peserta dipungut Rp 1 juta sebagai pendaftaran awal. Sementara untuk iuran per bulan Rp 500 ribu. Hal tersebut untuk membiayai berbagai biaya operasional.

”Karena kita kesulitan lapangan. Lapangan di Bandung tidak murah memerlukan biaya yang cukup besar,” jelasnya.

Sementara ini pendaftaran baru terbuka untuk kelompok usia 2003-2004 dan 2005-2006.  Ke depan akan terbuka untuk kelompok umur 2007-2008. Adapun setiap kelompok usia hanya menampung sebanyak 35 peserta.

Pihaknya telah menggelar training of trainer kepada 17 orang calon pelatih. Di antaranya ada mantan penggawa Persib seperi Budiman dan Yadi Mulyadi yang ikut serta. Nantinya, akan dipandu langsung oleh delegasi pelatih dari Inter Milan saat memberikan pelatihan di Akademi. ”Lisensi kita kebanyakan sudah C AFC,  ada yang lulus di sini ada yang dari Malaysia dan ada yang di Singapura,” pungkasnya. (rie)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.