Taman Bacaan Hendra, Taman Bacaan Tertua di Kota Bandung

Taman Bacaan Hendra, Taman Bacaan Tertua di Kota Bandung
Iding Hidayat, pegawai Taman Baca Hendra. (Nurrani Rusmana)
0 Komentar

BANDUNG – Taman Bacaan Hendra merupakan taman bacaan atau perpustakaan yang telah ada sejak tahun 1967. Pendiri taman bacaan ini adalah Juliana Huwae yang pada saat itu terkenal sebagai model. Taman bacaan ini berlokasi di Jl. Sabang no. 28 kota Bandung.

Dengan 70 ribu koleksi buku, komik, majalah dan novel, taman bacaan ini menarik minat penyuka buku. Selain itu, taman bacaan ini juga menjadi taman bacaan tertua yang masih bertahan di Kota Bandung. Meskipun sudah berdiri sejak lama, TB Hendra juga menyediakan buku terbaru dan terlengkap.

“Buku disini memang kebanyakan buku fiksi dibanding buku pengetahuan,”ujar Iding Hidayat, pegawai TB Hendra.

Baca Juga:Setelah PBA, Pasar Melong Segera Diajukan Supaya Capai SNIDana Kelurahan Tahun 2021 di Cimahi Dihentikan

Menurut Iding, taman bacaan ini sudah berusia sekitar 54 tahun. Ia mengaku telah bekerja selama 30 tahun di tempat tersebut.

Taman Bacaan Hendra menjadi taman bacaan tertua di kota Bandung. Tempat ini dulu hanya sebuah garasi kecil dan koleksi bukunya pun masih sedikit.

Namun, menurutnya, pengunjung Taman Bacaan Hendra telah berkurang. Ia memperkirakan, hal itu terjadi sejak tahun 2011an karena kemajuan teknologi.

“Untuk kembali ke kejayaannya toko ini memang agak sulit yah, semenjak mulai adanya kemajuan teknologi HP orang-orang lebih sering baca internet dibanding baca buku,”ujarnya.

Meskipun begitu, masih terdapat member aktif yang ada di TB Hendra. Saat ini, anggota di Taman Bacaan Hendra sekitar 200 orang.

“Kita periksa sekitar ada 200 member yang masih aktif untuk menyewa buku disini,”

Persyaratan untuk menjadi member TB Hendra cukup mudah. Pengunjung yang berminat bergabung menjadi member di TB Hendra hanya perlu membawa persyaratan berupa fotokopi KTP dan pas foto.

Baca Juga:Banjir di Bekasi, Pemkab Buka Dapur Umum untuk Warga dan PengungsiBappenas Prediksi Herd Immunity di Indonesia Tercapai pada Maret 2022

Semenjak pandemi Covid-19 melanda, jumlah pengunjung taman bacaan semakin turun drastis. Pengunjung semakin enggan datang ke sini karena beranggapan buku yang ada di TB Hendra dipegang oleh banyak orang secara bergilir.

Atas kekhawatiran tersebut, Iding mengatakan pengunjung tidak perlu takut karena pihak TB Hendra sudah melakukan protokol kesehatan dengan menyemprotkan disinfektan secara berkala.

0 Komentar