JABAR EKSPRES – Warga Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, dikejutkan oleh peristiwa tewasnya seorang anak berusia 5 tahun akibat tersengat arus listrik dari tiang Penerangan Jalan Gang (PJG) pada 21 Desember 2025 lalu.
Insiden ini memicu keresahan warga sekaligus mempertanyakan aspek keselamatan dalam pelaksanaan proyek penerangan jalan di lingkungan permukiman padat penduduk.
Peristiwa tersebut cepat menyebar di media sosial dengan beragam versi kronologi. Informasi yang simpang siur justru memperberat beban psikologis keluarga korban.
Baca Juga:Tekan Inflasi dari Kampung, Cimahi Maksimalkan Lahan Sempit Tanam CabaiKeamanan Pangan Jadi Ujian Serius Program Makan Bergizi Gratis di Cimahi
Orang tua korban, Deni (40), menyebut kabar yang beredar tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya dan menimbulkan stigma terhadap anaknya.
“Banyak warga mengatakan bahwa anaknya meninggal karena memanjat tiang PJG, padahal kejadiannya tidak seperti itu,” ungkap Deni saat ditemui media, Selasa (13/1/2026).
Menurut Deni, peristiwa nahas itu terjadi saat hujan turun. Anaknya hendak pulang ke rumah setelah berkunjung dari rumah saudara pihak ibu.
Saat berada di sekitar gapura jalan, tepat di dekat tiang PJG, sandal yang dikenakan anaknya terlepas. Dalam kondisi tersebut, tanpa disadari tangannya memegang tiang PJG yang diduga dialiri arus listrik.
“Jadi kami minta kepada masyarakat atau yang menyampaikan informasi peristiwa tersebut, kronologis kejadiannya harus diluruskan jangan seolah olah anaknya dengan sengaja memanjat tiang PJG padahal itu tidak demikian,” tutur Deni.
Deni menegaskan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran serius bagi pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. Ia meminta agar pelaksanaan pekerjaan PJG tidak dilakukan secara ceroboh dan mengabaikan aspek keselamatan publik.
“Saya meminta Pemkot Cimahi khususnya dinas terkait untuk dapat melakukan pekerjaan sekaligus pengawasan dilapangan dengan baik guna menghindari korban lainnya di Kota Cimahi,” papar Deni.
Baca Juga:Sarimukti Nyaris Kolaps, Cimahi Dikejar Waktu Atasi 250 Ton Sampah per HariBahu Jalan jadi Lahan Parkir, Dishub Cimahi Siapkan Sanksi Tegas
Ia mengaku hingga kini dirinya dan sang istri masih mengalami trauma mendalam atas kejadian tersebut. Keluarga tidak pernah membayangkan anaknya menjadi korban dari pekerjaan infrastruktur penerangan jalan yang tengah berlangsung di wilayah tempat tinggal mereka.
Meski demikian, Deni menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia mengucapkan terima kasih atas kedatangan Wali Kota Cimahi beserta dinas terkait ke rumahnya untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung atas meninggalnya sang anak akibat sengatan listrik tiang PJG.
