Di Tengah Krisis Lahan, Listrik Hidupkan Bisnis Hidroponik dari Rooftop Rumah di Bandung

SEGAR : Kartib Bayu menunjukkan salah satu sayur hidroponik di antara instalasi pipa yang dipacu pompa listrik
SEGAR : Kartib Bayu menunjukkan salah satu sayur hidroponik di antara instalasi pipa yang dipacu pompa listrik di rooftopnya.(HENDRIK/JE)
0 Komentar

Berdasarkan data Laporan Keberlanjutan PLN 2025, Program itu merupakan bagian dari strategi PLN dalam mendorong transisi energi berkelanjutan, ketahanan ekonomi masyarakat, hingga mendukung mewujudkan swasembada pangan.

Pelanggan yang menerima manfaat dari program itu terus tumbuh sejak 2023. Hingga 2025, terdapat 390.034 pelanggan di sektor agrikultur dan kelautan telah memanfaatkan Program EA dan EM itu. Lalu hingga akhir 2025, total daya listrik terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA), naik sekitar 25% dari 2024 sebesar 4.203 MVA.

Dalam dokumen itu juga dijelaskan bahwa listrik PLN diterapkan dalam berbagai aktivitas produktif, mulai dari pompa listrik untuk irigasi sawah, mesin giling padi, kincir air tambak, hingga penghangat ternak unggas.

Baca Juga:XPENG Resmikan Experience & Service Center ke-11 di Bandung, Hadirkan Layanan 3S TerintegrasiPerkuat Pasokan Energi Nasional, PGN LNG Terima 25 Kargo LNG Hingga Triwulan III 2026

Artinya PLN juga berupaya memperluas pemanfaatan listrik untuk usaha produktif ataupun ketahanan pangan. Dan apa yang dilakukan Bayu adalah sebagian kecil cerita pemanfaatan listrik untuk sektor produktif dan ketahanan pangan.

Kini Bayu telah menemukan cara untuk tetap menghasilkan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Ribuan lubang tanam di rooftop-nya menjadi sumber sayur sekaligus menambah cuan.

Di balik proses itu ada pompa-pompa kecil yang terus bekerja menjaga sirkulasi nutrisi. Daya listrik yang digunakan memang tak besar. Namun, bagi usaha hidroponik Bayu, energi itulah yang turut menjaga denyut produksi tetap berdetak. (son)

0 Komentar