Metode ini juga lebih efisien dalam penggunaan nutrisi dan air. “Nutrisi dilarutkan di air yang kemudian bersirkulasi. Penyiaraman di media tanah malah banyak meresap atau menguap. Lalu kandungan nutrisi juga bisa dikendalikan,” tuturnya.
Dari Rooftop ke Etalase Swalayan
Sayur segar yang dirawat Bayu bukan hanya salah satu jawaban dari keterbatasan lahan pertanian di perkotaan. Namun itu juga bisa menumbuhkan peluang ekonomi baru.
Bayu setidaknya memiliki dua perangkat hidroponik. Yaitu ukuran 5 meter x 6 meter dan 6 meter x 6 meter. Itu ditempatkan di rooftop yang luasnya tak lebih dari 80 meter persegi. Lalu total netpot atau lubang tanam di rumahnya ada sekitar 2.200 dengan ditambah perangkat yang ada di teras.
Baca Juga:XPENG Resmikan Experience & Service Center ke-11 di Bandung, Hadirkan Layanan 3S TerintegrasiPerkuat Pasokan Energi Nasional, PGN LNG Terima 25 Kargo LNG Hingga Triwulan III 2026
Bayu telah mengatur siklus, sehingga dalam sebulan bisa panen 8 kali. Dan sekali panen ada sekitar 275 netpot. Dengan sayuran terdiri dari pakcoy, kangkung dan selada. Tiga jenis itu dipilih karena masa panen yang singkat dan memiliki permintaan pasar yang tinggi.
Dulunya, sayur hasil hidroponik itu dikonsumsi sendiri atau juga dibagikan ke warga sekitar. Namun kini Bayu telah mampu membangun rantai ekonomi. Sayur segar dari atas rumah 3 lantai itu telah ikut mewarnai etalase dua swalayan di Kota Bandung. “Dari berbagai relasi, kami berhasil menawarkan ke swalayan. Mereka tertarik dan kini jadi langganan,” terangnya.
Biasanya setelah dipanen, aneka sayuran itu dikemas dalam plastik khusus. Satu pack isinya sekitar 3 netpot atau beratnya 250 gram. Lalu sayur yang sudah dalam kondisi bersih dan di dalam kemasan menarik itu diantarkan ke dua swalayan langganan.
Harga jual satu pack di antara Rp 7.000 – Rp 10.000. “Kalau ditanya omzet, pendapatan kotor sebulan bisa Rp 5-6 juta. Permintaan pasar itu sebenarnya banyak. Yang penting itu bisa jaga kualitas dan kontinuitas produksi,” sambungnya.
Selain itu, langkah Bayu menyulap rooftop jadi ladang hidroponik itu mendapat sambutan baik warga setempat. Setidaknya ada 2 rumah tetangganya yang kini mulai mengikuti. Bahkan, ladang mini milik Bayu itu juga jadi langganan mahasiswa dari berbagai kampus untuk tempat magang.
