Dari Tanah Merah ke Lapak Nyaman, Harapan Baru Pedagang di Kawasan PKL Tamansari Bandung

Dari Tanah Merah ke Lapak Nyaman, Harapan Baru Pedagang di Kawasan PKL Tamansari Bandung
Pedagang menyiapkan makanan dan minuman di sentra kuliner di bawah jembatan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, Senin (2/11/2026). Pemerintah Kota Bandung meresmikan Andalan Kulier Pasupati (Anderpas) yang dirancang sebagai sentra kuliner terpadu yang direncakan menampung 60 pedagang kuliner. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Dari 20 Pedagang Menuju 60 Lapak

Penataan kawasan PKL Tamansari dilakukan secara bertahap. Dari sekitar 60 pedagang yang direncanakan menempati kawasan tersebut, sekitar 20 pedagang telah bergabung.

Sebanyak 40 pedagang lainnya direncanakan menyusul dari kawasan Jamplas. Penempatan secara bertahap diharapkan membuat proses penataan berjalan lebih teratur sekaligus memberikan ruang bagi pedagang untuk beradaptasi.

Namun, bagi Noneng, menyediakan tempat berjualan yang nyaman saja belum cukup. Kawasan tersebut juga perlu dikenal masyarakat agar semakin banyak pengunjung yang datang.

Baca Juga:Pemkot Bandung Tertibkan 66 Bangunan PKL di Balong Gede, Pedagang Diberi Waktu Bongkar MandiriBelasan Lapak PKL Cihapit Rata dengan Tanah, Pedagang Menangis Rugi

Sebagai pedagang yang telah memiliki pelanggan tetap, Noneng mengaku masih bisa mengandalkan pembeli langganannya. Bahkan, pada hari-hari tertentu, dagangannya sudah habis sebelum siang.

Situasi berbeda mungkin dialami pedagang yang baru menempati kawasan tersebut. Mereka masih membutuhkan waktu untuk memperkenalkan dagangan dan membangun pelanggan.

“Kalau saya, alhamdulillah, sudah punya pelanggan tetap. Tapi untuk pedagang yang baru berjualan, mungkin masih perlu waktu agar dikenal masyarakat,” ungkapnya.

Noneng berharap pemerintah turut mempromosikan kawasan PKL Tamansari agar semakin ramai dikunjungi masyarakat.Ia juga membayangkan kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat membeli makanan, tetapi juga ruang berkumpul yang hidup dengan berbagai kegiatan.

Menurutnya, pertunjukan seni, musik langsung, hingga kegiatan senam dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Dengan semakin ramainya kawasan, para pedagang diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha.

Di tengah perubahan tempat berjualan, Noneng tetap berkomitmen menjaga harga kupat tahu yang dijualnya agar tetap terjangkau pelanggan.Baginya, kenyamanan tempat usaha harus berjalan seiring dengan menjaga kepercayaan pembeli yang selama ini menjadi penopang penghasilan keluarga.

Baca Juga:Tertibkan PKL Pasar Kiaracondong, Farhan Prioritaskan Pembenahan Drainase dan Penataan ParkirTolak Pembongkaran Tanpa Musyawarah, PKL Depan Unisba Minta Pemerintah Duduk Bersama

Bagi Noneng, penataan kawasan PKL Tamansari bukan sekadar perubahan wajah kota. Di balik gerobak dan lapak yang lebih tertata, ada harapan sederhana untuk terus mencari nafkah dengan lebih baik.

Ia berharap seluruh pedagang yang menempati kawasan tersebut dapat berkembang dan merasakan manfaat penataan.

“Mudah-mudahan ke depannya perekonomian dan perdagangan semakin meningkat. Semoga semua pedagang bisa maju dan sukses,” katanya.

Noneng juga mengajak masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk mencoba berjualan, terlebih jika tersedia fasilitas yang mendukung.

0 Komentar