Kisah Nebulae Cymbal dari Cangkuang, Berawal dari Krisis Moneter hingga Dilirik Pasar Luar Negeri

Kisah Nebulae Cymbal dari Cangkuang, Berawal dari Krisis Moneter hingga Dilirik Pasar Luar Negeri* Jabar Eks
Kisah Nebulae Cymbal dari Cangkuang, Berawal dari Krisis Moneter hingga Dilirik Pasar Luar Negeri
0 Komentar

Nama Nebulae sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan gagasan tentang alam semesta. Surya mengambil inspirasi dari nebula, yang dalam astronomi berkaitan dengan awan gas dan debu di ruang angkasa serta berperan dalam proses pembentukan bintang.

Bagi Surya, nama tersebut merepresentasikan harapan agar karya yang dimulai sejak 1997 terus memiliki gaung dan bertahan dalam waktu panjang.

“Saya berharap Nebulae, dari awal dibuat sampai nanti pada akhir hayat, getarannya masih ada,” katanya.

Baca Juga:Reuni 40 Tahun Alumni ITB 86, Siap Bersinergi Atasi Persoalan Bandung hingga Berkontribusi untuk IndonesiaUpdate Kasus Penyerangan di Caringin, Sejumlah Terduga Pelaku Berhasil Diciduk 

Selain mengembangkan produk baru, Nebulae juga menjalankan program pembelian simbal bekas. Bagi Surya, simbal yang sudah tidak layak digunakan masih memiliki nilai karena bahan bakunya dapat dimanfaatkan kembali.

Ia menyebut simbal berbahan B20 dapat dibeli kembali dengan harga ratusan ribu rupiah per kilogram, bergantung pada kondisi dan bahan. Program ini sekaligus menjadi alternatif bagi musisi yang ingin mengganti simbal lama atau melakukan tukar tambah.

Dengan cara tersebut, Nebulae berusaha menjawab kebutuhan pemain drum bukan hanya melalui produksi instrumen baru, tetapi juga melalui layanan yang mendukung keberlanjutan pemakaian simbal.

Dari sebuah studio rental yang menghadapi kesulitan saat krisis moneter, Nebulae kini berkembang menjadi usaha pembuat simbal yang melayani kebutuhan musisi dengan beragam karakter suara. Bagi Surya, perjalanan itu tidak berhenti pada kemampuan memproduksi instrumen, melainkan bagaimana menjaga agar suara yang diinginkan para pemain tetap bisa dihadirkan melalui karya lokal dari Kabupaten Bandung.

0 Komentar