Ia kemudian mengembangkan simbal berbahan bronze B20, yakni paduan yang secara umum terdiri dari 80 persen tembaga dan 20 persen timah. Bahan ini banyak digunakan dalam pembuatan simbal kelas atas.
“Setelah COVID, kami berinisiatif membuat varian lain, terutama dari bahan bakunya. Kalau sejak 1997 kami menggunakan brass, kemudian kami mengembangkan simbal dengan bahan B20 untuk kelas atas,” tutur Surya.
Pengembangan bahan tersebut menjadi bagian dari upaya Nebulae memperluas karakter suara dan pilihan produk bagi para pemain drum.
Baca Juga:Reuni 40 Tahun Alumni ITB 86, Siap Bersinergi Atasi Persoalan Bandung hingga Berkontribusi untuk IndonesiaUpdate Kasus Penyerangan di Caringin, Sejumlah Terduga Pelaku Berhasil Diciduk
Sebab, simbal bukan sekadar pelengkap perangkat musik, melainkan instrumen yang memiliki karakter suara berbeda sesuai bahan, bentuk, berat, hingga pola penempaan.
Surya menjelaskan, pengembangan produk Nebulae tidak semata-mata didasarkan pada keinginan produsen. Ia justru memulai prosesnya dengan mempelajari kebutuhan para pemain drum.
Sebelum membuat model tertentu, ia melakukan riset terhadap simbal yang diminati konsumen. Nebulae bahkan mempelajari produk yang menjadi acuan, mulai dari bahan baku, anatomi, pola penempaan, hingga bobotnya.
“Kami tidak punya inisiatif sendiri, lalu konsumen dipaksa menyukai simbal yang kami buat. Kami riset dulu, mendengar kebutuhan mereka, simbal seperti apa yang mereka inginkan,” kata dia.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri produksi Nebulae. Selain membuat produk reguler yang mengikuti tren karakter suara, usaha ini juga melayani pembuatan simbal sesuai permintaan pemain.
Bagi musisi yang membutuhkan karakter khusus, misalnya suara yang lebih terang atau bright, maupun tingkat sustain tertentu, Nebulae dapat mengembangkan produk berdasarkan spesifikasi yang disampaikan konsumen.
Surya menyebut kebutuhan pemain pada genre tertentu juga menjadi perhatian. Karakter simbal untuk jazz, bebop, atau swing, misalnya, dapat memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan simbal untuk kebutuhan musik lainnya.
Baca Juga:Sunset di Pantai 2026 Bawa Pesan Konservasi, 102 Bibit Mangrove Ditanam di Pulau PramukaOperasi Patuh Lodaya 2026 di Tasikmalaya Libatkan Tim Gabungan, Bidik Pelanggaran dan Tekan Kecelakaan
“Kalau ada pemain yang mempunyai kebutuhan khusus, dia bisa menjelaskan warna suara yang diinginkan, sustain-nya seperti apa. Nanti kami pelajari dan membuat kustom sesuai kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Kini, Nebulae memproduksi berbagai jenis simbal, mulai dari hi-hat, splash, effect cymbal, crash, hingga ride. Proses produksinya dimulai dari pengolahan bahan baku tembaga dan timah, yang kemudian melewati tahapan pengerjaan hingga menjadi instrumen siap digunakan.
