Tiga Pejabat di Polres Banjar Berganti

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memimpin upacara serah terima tiga jabatan yakni Wakapolres, Kasat Narkoba
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memimpin upacara serah terima tiga jabatan yakni Wakapolres, Kasat Narkoba, dan Kapolsek Langensari di halaman Mapolres Banjar, Kamis (8/10/2026). (Istimewa/Humas Polres Banjar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepemimpinan di jajaran Polres Banjar kembali mengalami penyegaran. Tiga jabatan strategis, yakni Wakapolres Banjar, Kasatres Narkoba, dan Kapolsek Langensari, resmi berganti dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di Lapang Apel Polres Banjar, Kamis (8/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro. Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Banjar, para pejabat utama, para Kapolsek jajaran, perwira, personel Polres Banjar, Bhayangkari, serta ASN.

Dalam sertijab tersebut, Kompol Saeful Bahri, resmi mengemban tugas sebagai Wakapolres Banjar menggantikan Kompol Djoko Susilo yang selanjutnya mendapat amanah sebagai Kasatbinmas Polrestabes Bandung. Jabatan Kasatres Narkoba Polres Banjar kini diisi AKP Agung Rahmatulloh menggantikan AKP Asep Musa Dinata yang mendapat tugas baru sebagai Kasatresnarkoba Polres Garut.

Baca Juga:Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSICegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar

Pergantian juga terjadi di tingkat kewilayahan. Jabatan Kapolsek Langensari Polres Banjar diserahkan kepada IPTU Agus Supriyatman yang sebelumnya menjabat Kasattahti Polres Banjar. Ia menggantikan Kompol Yosua Sori Hamonangan yang selanjutnya memasuki masa purnabakti.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan, pergantian jabatan bukan sekadar perubahan posisi dalam struktur organisasi. Setiap jabatan membawa tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan komitmen.

“Saya berharap para pejabat baru segera beradaptasi, memahami tugas dan karakter wilayah, serta mampu melanjutkan apa yang sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, hal terpenting adalah bagaimana amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi organisasi, pergantian ini bukan sekadar perubahan nama dalam struktur jabatan. Ada tugas yang harus diteruskan, program yang harus dijaga, sekaligus tantangan baru yang menunggu pejabat yang menerima amanah. Pergantian jabatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga roda organisasi tetap bergerak dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan,” ujar Didi Dewantoro.

Para pejabat yang menerima amanah kini dituntut membuktikannya lewat kerja nyata. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah jabatan bukan diukur dari posisi yang disandang, melainkan dari seberapa besar kehadiran dan kerja yang diberikan untuk masyarakat.

0 Komentar