Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSI

Sekjen KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna.
Sekjen KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melanjutkan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Stadion Kaliki di Mangunreja mendapat sambutan positif dari pelaku dan aktivis olahraga. Namun, di balik apresiasi tersebut, muncul pesan tegas agar proyek yang menelan anggaran besar itu tidak dikerjakan sekadar untuk mengejar penyelesaian fisik.

Aktivis olahraga sekaligus pelatih sepak bola Kabupaten Tasikmalaya, Nurdin, meminta pembangunan Stadion Kaliki benar-benar diarahkan menjadi fasilitas olahraga representatif yang memenuhi standar teknis Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), bahkan mengacu pada standar internasional untuk fasilitas sepak bola.

Menurut Nurdin, keberlanjutan pembangunan Stadion Kaliki menjadi angin segar bagi masyarakat olahraga setelah fasilitas tersebut sempat terbengkalai selama bertahun-tahun.

Baca Juga:Cegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi langkah Bupati Tasikmalaya bersama KONI. Stadion Kaliki yang lama terbengkalai akhirnya akan diperbaiki. Ini menjadi bukti atas harapan yang sebelumnya dinilai mustahil,” ujar Nurdin, Kamis (8/10/2026).

Ia menilai keberadaan stadion yang layak sangat penting untuk menopang pembinaan sepak bola di Kabupaten Tasikmalaya. Terlebih, sepak bola masih menjadi salah satu olahraga yang paling banyak diminati masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Antusiasme tersebut, kata dia, terlihat dari banyaknya Sekolah Sepak Bola (SSB) di berbagai kecamatan serta klub-klub yang bernaung di bawah Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya.

Di sisi lain, prestasi sepak bola Kabupaten Tasikmalaya masih menghadapi tantangan. Persitas Tasikmalaya saat ini masih berlaga di Liga 4 Jawa Barat Seri 1, sementara sejumlah daerah tetangga seperti Garut dan Ciamis telah menunjukkan capaian kompetitif yang lebih baik.

Meski demikian, menurut Nurdin, potensi pembinaan atlet di daerah tetap terbuka lebar. Keberhasilan tim sepak bola Kabupaten Tasikmalaya lolos Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi salah satu sinyal positif.

Ia kemudian mengingatkan bahwa prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kualitas latihan dan kemampuan pemain, tetapi juga sangat dipengaruhi ketersediaan sarana dan prasarana olahraga.

Mengacu pada teori latihan olahraga Tudor O. Bompa, pemenuhan berbagai variabel pendukung menjadi bagian penting dalam proses mencapai prestasi maksimal.

0 Komentar