JABAR EKSPRES – Danantara Indonesia memperluas portofolio investasinya ke sektor energi global dengan menanamkan modal sebesar US$250 juta di perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK).
Investasi tersebut dilakukan melalui holding investasi Danantara, PT Danantara Investment Management (DIM), dengan skema penerbitan saham preferen konvertibel (convertible preferred stocks) yang akan dilakukan secara bertahap.
HighPeak Energy merupakan perusahaan berbasis di Texas yang fokus pada kegiatan akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi aset migas di Permian Basin, salah satu kawasan produksi minyak terbesar di Amerika Serikat.
Baca Juga:Memilih Laptop Menjadi Investasi Jangka Panjang, Axioo dengan Perlindungan Axioo ADP XTRA hingga 3 TahunPenganiayaan Maut Gegerkan Tanjungjaya, Pria 36 Tahun Tewas Bersimbah Darah
Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari mandat Danantara untuk menempatkan modal pada sektor-sektor strategis yang memiliki prospek imbal hasil jangka panjang sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia,” ujar Pandu.
Menurut Pandu, posisi HighPeak di Permian Basin memberikan nilai strategis bagi Danantara karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat industri hulu migas paling maju di dunia.
Investasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Danantara membangun portofolio investasi yang lebih terdiversifikasi secara global. Selain mengejar potensi keuntungan, kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung pengembangan industri energi Indonesia.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan AS,” ujar Pandu.
Presiden dan CEO HighPeak Energy, Michael Hollis, menyambut investasi dari DIM dan menyebut perusahaan memiliki portofolio aset migas berskala besar yang didominasi minyak di Permian Basin.
Menurut dia, tambahan modal tersebut akan mendukung pengembangan aset HighPeak secara berkelanjutan, termasuk melalui perluasan program pengeboran.
Baca Juga:Luhut Dorong Hilirisasi Rumput Laut, Indonesia Ingin Naik Kelas dari Eksportir Bahan MentahBapanas Siapkan Subsidi Angkut untuk Redam Gejolak Harga Ayam
“Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” ujar Michael .
