Penyerapan Bantuan dan Distribusi Menu
Mengenai realisasi penerima manfaat, data menunjukkan 73,8 persen peserta didik telah menerima MBG, disusul 33,4 persen balita dan 25,5 persen ibu hamil.
“Itu berarti menurut penilaian publik, penerima program MBG sudah tepat sasaran,” jelas Rahman
Kualitas sajian juga mendapat nilai positif, di mana 54,6 persen responden menilai sajian MBG lebih bergizi dibanding makanan rumah tangga.
Baca Juga:Kadin Jabar Gelontorkan Dua Ribu Paket Sembako Melalui Kodam III SiliwangiBupati Pangandaran Diduga Salah Gunakan Kekuasaan untuk Galang Dana Infak Tidak Lewat Baznas
“Menu MBG dinilai lebih bergizi, lebih bervariasi dan lebih berkualitas daripada makanan di rumah,” ungkap Rahman pada Rabu, 7 Januari 2026 di Jakarta.
Catatan Tata Kelola dan Evaluasi Risiko
Survei nasional Adidaya Institute ini dilaksanakan secara tatap muka pada 15–21 September 2026 dengan melibatkan 1.240 responden di 38 provinsi, menggunakan margin of error sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Kendati capaian kinerja tergolong tinggi, pelaksanaan program ini masih dibayangi tiga persoalan krusial yang dinilai warga, yakni tata kelola (33,9 persen), ancaman korupsi (25,7 persen), serta masalah anggaran (15,1 persen).
“Rekomendasi utama kami soal penguatan pemeriksaan berkala dapur SPPG, transparansi anggaran, penyediaan saluran khusus crisis center MBG, serta pelibatan peternak-nelayan dan UMKM lokal,” kata Rahman. (**/yan).
