JABAR EKSPRES – Gelak tawa anak-anak pecah dari lapangan SD Negeri Cibeber Mandiri, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).
Di tengah berbagai upaya sekolah menghadirkan MPLS yang ramah anak, kehadiran badut menjadi cara berbeda untuk mengenalkan lingkungan sekolah sekaligus menyisipkan pendidikan karakter kepada murid baru.
Di hadapan ratusan siswa yang duduk rapi di atas hamparan terpal, sosok badut dengan riasan wajah putih, hidung merah, kostum warna-warni, serta sepatu berukuran besar tampil menghibur.
Baca Juga:Unjuk Kabisa, Beda MPLS Sekolah MaungMPLS di Bandung Diubah Jadi Pengalaman Menyenangkan, Sekda: Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua bagi Anak
Gerak-geriknya yang sengaja dibuat canggung, diselingi trik sulap sederhana yang pura-pura gagal, justru memancing tawa para penonton.
Suasana lapangan berubah menjadi ruang interaksi yang hangat. Anak-anak diajak bernyanyi, berjoget, hingga mengikuti permainan bersama badut. Mereka yang berani maju ke depan pun mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi.
“Senang banget bisa nonton badut,” kata Davin, siswa kelas 1 SDN Cibeber Mandiri 3, usai menyaksikan pertunjukan tersebut.
Menurut Davin, penampilan badut menjadi pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan MPLS.
“Tadi seru dengar cerita lucu, terus ada sulap, sama main balon-balon sabun,” ujarnya dengan suara pelan.
Selama pertunjukan berlangsung, para siswa tampak mengikuti setiap arahan yang diberikan badut. Di sela-sela hiburan, pertunjukan itu juga disisipi berbagai pesan moral yang dikemas secara ringan agar mudah dipahami anak-anak.
Perwakilan Komunitas Badut Cimahi, Hendayana, mengatakan hiburan yang mereka tampilkan memang sengaja dipadukan dengan materi edukatif.
Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat peran guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak sejak awal mereka memasuki lingkungan sekolah.
“Sengaja kita selipkan juga edukasi, biar anak-anak ini setidaknya bisa membantu peran guru dan orangtua ya. Kita sampaikan nasihat ini dengan kemasan yang berbeda, seperti istigosah,” kata Hendayana.
Pesan yang disampaikan di antaranya mengajak siswa menghormati guru dan orang tua, rajin belajar, serta tidak terlalu banyak menggunakan telepon genggam.
Pada pelaksanaan MPLS tahun ini, Komunitas Badut Cimahi mendapat undangan dari sejumlah sekolah dasar untuk memberikan hiburan sekaligus edukasi. Hingga 17 Juli mendatang, mereka dijadwalkan berkeliling ke berbagai sekolah di Kota Cimahi dan Kota Bandung.
