Jabar Ekspres – Timnas Singapura harus mengakhiri kiprahnya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kekalahan telak 0-6 dari Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026).
Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengakui hasil tersebut menjadi kekecewaan besar bagi timnya. Namun, ia menilai skor 0-6 tidak sepenuhnya menggambarkan performa Singapura sepanjang pertandingan.
“Ini pertandingan babak kualifikasi, tapi sekali lagi saya pikir ini terasa bukan seperti pertandingan 6-0 jika harus jujur. Tapi kami tidak berbuat cukup untuk bisa lolos dan itu sangat memalukan bagi kami,” kata Gavin seusai pertandingan.
Baca Juga:inDrive Edukasi Keselamatan Berkendara bagi Mahasiswa Baru di BandungKeandalan Listrik Dinilai Jadi Penopang Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Gavin menilai Singapura sebenarnya mampu memberikan perlawanan, terutama pada awal pertandingan. Mereka bahkan disebut lebih sering masuk ke area penalti Malaysia dibandingkan ketika menghadapi Bangladesh.
“Seperti yang saya katakan, meskipun kita memulai pertandingan dengan baik, kita bangkit dengan baik dari penalti di awal itu. Lalu gol lainnya tercipta dari salah satu dari sedikit sekali peluang mereka, sementara kita terus mengetuk pintu pertahanan mereka,” ujarnya.
Menurut Gavin, kondisi pertandingan berubah setelah Malaysia unggul. Skuad asuhan Tan Cheng Hoe datang dengan motivasi besar untuk mencetak sebanyak mungkin gol demi mengejar produktivitas gol dan peluang lolos ke final.
“Kita masuk ke area penalti jauh lebih banyak daripada saat melawan Bangladesh. Tapi hari ini kita menghadapi tim yang sangat termotivasi berdasarkan selisih gol, jadi kita tahu apa yang mereka coba lakukan,” tutur Gavin.
Singapura kemudian bermain lebih terbuka untuk mengejar gol balasan. Situasi itu justru membuat lini belakang mereka meninggalkan ruang yang bisa dimanfaatkan Malaysia.
“Ketika Anda memberikan ruang kepada tim yang termotivasi dan ingin mencetak gol, kita dihukum dalam beberapa hal. Tapi itu adalah usaha kita untuk mencoba mencetak gol balasan,” katanya.
Gavin mengatakan para pemain tetap berusaha mencetak gol meski sudah tertinggal. Sebab, satu gol balasan dinilai masih bisa menjaga peluang Singapura untuk kembali ke pertandingan.
Baca Juga:Pasar Induk Padakembang Masuk Radar Investor, Proposal Tasikmalaya Raih Nilai Tertinggi WJIC 2026Puan: Siang Ini, Suyudi Ario Seto akan Dilantik Jadi Kapolri
“Sayangnya, kita meninggalkan pintu belakang terlalu terbuka dan kita dihukum dalam hal itu,” ucapnya.
