Ia mengakui timnya kecewa karena tidak mampu memberikan hasil yang bisa dibawa pulang para pendukung. Namun, Gavin berharap hubungan antara tim dan suporter tetap terjaga menjelang Piala Asia.
“Kami semua sangat kecewa tidak bisa memberikan sesuatu yang bisa mereka soraki dalam perjalanan pulang. Dan juga untuk semua pendukung di rumah, saya tahu banyak dari mereka yang menonton dan mendukung kami,” ujarnya.
Gavin menyebut kekalahan dari Malaysia sebagai hambatan besar yang harus dilewati bersama. Ia menegaskan tim nasional bukan hanya terdiri dari pemain dan staf, tetapi juga para pendukung.
Baca Juga:inDrive Edukasi Keselamatan Berkendara bagi Mahasiswa Baru di BandungKeandalan Listrik Dinilai Jadi Penopang Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
“Tim nasional bukan hanya para pemain atau staf, semua orang termasuk para pendukung adalah bagian besar dari tim,” katanya.
Terkait suasana ruang ganti setelah pertandingan, Gavin mengatakan para pemain masih berada dalam kondisi emosional sehingga ia memilih tidak langsung memberikan evaluasi panjang.
“Semua orang sedang tidak sangat senang. Dan itu wajar. Tapi pada akhirnya, sekarang bukan waktu yang tepat untuk berbicara,” kata Gavin.
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan setelah emosi pemain mulai mereda agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik.
“Berikan sedikit waktu agar emosi mereda, lalu kita bisa berbicara lebih jelas sebagai satu kelompok. Kami ingin berbicara dengan kejelasan agar bisa menyampaikan pesan yang tepat sehingga kami bisa melangkah maju sekali lagi,” pungkasnya.
