Empat Cerita Indonesia Hidup di Panggung AQUA DBL Dance West Java-East

Empat Cerita Indonesia Hidup di Panggung AQUA DBL Dance West Java-East
Empat Cerita Indonesia Hidup di Panggung AQUA DBL Dance West Java-East
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Panggung AQUA DBL Dance 2026 West Java-East menjadi ruang bagi generasi muda untuk membawa berbagai cerita Indonesia ke dalam bentuk yang lebih segar.

Empat tim dance menghadirkan konsep yang berbeda. SMA Bintang Mulia mengangkat kebanggaan terhadap identitas Indonesia. SMAN 22 Bandung mempertemukan kisah Hanoman dan Kartini dalam cerita tentang perjuangan. SMAN 11 Bandung membawa dangdut sebagai musik yang lekat dengan identitas bangsa, sementara SMAN 10 Bandung menghadirkan kisah mitologi Nyi Roro Kidul.

Meski datang dengan karakter pertunjukan yang berbeda, keempatnya punya benang merah yang sama. Mereka mencoba menunjukkan bahwa budaya dan cerita Indonesia tetap bisa tampil relevan melalui kreativitas generasi muda.

SMA Bintang Mulia: Bangga Jadi Anak Indonesia

Baca Juga:Mimpi yang Belum Selesai, Boby Pulang untuk Bawa Arzenic Melangkah Lebih JauhTerinspirasi Dragon Ball, Goku Menemukan Jalannya di Basket

Tim dance SMA Bintang Mulia, Vanemuine, tampil melalui konsep “Proud To Be Indonesian”.

Pertunjukan mereka berangkat dari gagasan bahwa budaya Indonesia tidak kalah menarik dibandingkan berbagai tren yang berkembang secara global. Identitas, bahasa, tradisi, hingga kekayaan Nusantara justru bisa menjadi bagian dari ekspresi anak muda masa kini.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui perpaduan modern dance dengan motif kain Nusantara dan penggunaan bahasa yang catchy. Unsur tradisional tidak ditampilkan sebagai sesuatu yang kaku, tetapi diolah menjadi bagian dari pertunjukan yang lebih kekinian.

Lewat penampilannya, SMA Bintang Mulia ingin menunjukkan bahwa mengikuti perkembangan zaman tidak harus berarti meninggalkan identitas sendiri.

SMAN 22 Bandung: Dua Tokoh, Satu Perjuangan

Berbeda dengan SMA Bintang Mulia, SMAN 22 Bandung membawa konsep “DUA JIWA, SATU MISI. MEMBAKAR KEGELAPAN, MEMBEBASKAN YANG TAK TERBELENGGU”.

Pertunjukan ini mempertemukan dua sosok dari latar waktu yang berbeda, yakni Hanoman dan Kartini. Keduanya menjadi simbol perjuangan untuk membebaskan diri dari belenggu.

Hanoman digambarkan melalui kekuatan, ketangkasan, dan keberanian untuk bertindak. Sementara itu, Kartini membawa sisi keanggunan, pemikiran, serta visi tentang masa depan.

Baca Juga:Tiga Generasi Muda Ini Hidupkan Budaya Indonesia di AQUA DBL DanceKemarau Tak Jadi Alasan, Polres Tasikmalaya Tanam Jagung Serentak Dorong Ketahanan Pangan

Dua karakter tersebut kemudian dipertemukan dalam satu pertunjukan. Perbedaan karakter justru menjadi kekuatan utama dalam membangun cerita tentang keberanian dan kebebasan.

SMAN 11 Bandung: Ketika Dangdut Naik ke Panggung DBL

0 Komentar