JABAR EKSPRES – Musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian. Di tengah kondisi lahan yang membutuhkan pasokan air lebih terukur, Polres Tasikmalaya justru mendorong masyarakat tetap produktif melalui gerakan penanaman jagung serentak.
Kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 tersebut digelar di Kampung Bebedahan RT 01/RW 01, Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.45 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, bersama unsur pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani hingga masyarakat.
Baca Juga:Penangkapan Oknum PPPK oleh Polres Tasikmalaya Munculkan Korban Lain Asal Cianjur hingga Terlilit Pinjol PuluhPendaftaran Binlat Polri 2026 Dibuka, Polres Tasikmalaya: Jangan Percaya Calo!
Sekitar 75 orang mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Waka Polres Tasikmalaya Kompol Asep Muslihat, jajaran pejabat utama dan para kasat, unsur Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Bulog, Camat Tanjungjaya, Kapolsek Tanjungjaya IPDA Hendi Herdiansyah, jajaran UPT Pertanian/BPP Kecamatan Tanjungjaya, para kepala desa se-Kecamatan Tanjungjaya, kelompok tani, tokoh agama, tokoh masyarakat serta aparatur Desa Sukasenang.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, penanaman jagung serentak bukan sekadar kegiatan simbolis. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dengan melibatkan berbagai unsur secara langsung.
Terlebih, kata dia, tantangan pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim kemarau.
“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, kita harus tetap berupaya menjaga produktivitas lahan. Ini membutuhkan sinergi dan perhatian bersama agar program ketahanan pangan tetap berjalan,” ujar Ade Papa Rihi.Ia menegaskan, jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan pangan. Karena itu, potensi lahan yang tersedia perlu dioptimalkan dengan tetap memperhatikan kondisi lahan, ketersediaan air dan pendampingan teknis kepada para petani.
“Kita ingin lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal. Namun tentunya harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk bagaimana menghadapi musim kemarau,” katanya.
Menurut Ade, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Penanaman jagung serentak ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian, pemerintah, TNI, kelompok tani dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi petani diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi bersama.
