Offroad Piala Panglima TNI di Ciwidey Disorot WALHI, Legalitas dan Dampak Lingkungan Dipertanyakan

WALHI Jabar Soroti Rencana Turnamen Offroad Piala Panglima TNI di Ciwidey Bandung, Desak Dihentikan 
Poster wacana pelaksanaan Offroad Open Tournament Piala Panglima TNI dalam rangka HUT ke-81 TNI 2026 yang akan diselenggarakan di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung pada 18 hingga 20 September 2026 mendatang. (Istimewa)
0 Komentar

“Ciwidey bukan sekadar lokasi wisata dan bukan pula ruang kosong untuk dijadikan arena olahraga otomotif,” ujarnya.

Iwang mengungkapkan, Ciwidey merupakan bagian penting dari bentang ekologis Bandung Selatan yang menjadi penyangga kehidupan Jawa Barat.

“Kawasan ini berada dalam bentang KPH Bandung Selatan yang memiliki luas 55.480,07 hektare, dengan 43.947,87 hektare berfungsi sebagai Hutan Lindung,” ungkapnya.

Baca Juga:Dukungan Keluarga Menguatkan Langkah Aira Affani di DBL West Java-EastDari Pemain NBL hingga Pelatih DBL, Handika Priya Terus Memburu Pengalaman

Di dalam kawasan tersebut, kata Iwang, terdapat BKPH Ciwidey seluas 4.812,70 hektare yang mencakup RPH Cibodas, Patuha, Dewata, dan Gambung.

“Di dalamnya terdapat BKPH Ciwidey seluas 4.812,70 hektare yang mencakup RPH Cibodas, Patuha, Dewata dan Gambung,” terangnya.

Iwang juga memaparkan, kajian Sub-DAS Ciwidey mencatat tutupan hutan mencapai sekitar 53,99 persen dari wilayah yang dikaji.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kawasan Ciwidey masih memiliki tutupan vegetasi dan fungsi ekologis yang sangat penting, di tengah tekanan perubahan ruang yang terus meningkat di Jawa Barat.

“Namun kondisi tersebut bukan berarti kawasan ini aman dari kerusakan,” paparnya.

Dokumen lingkungan hidup Pemerintah Kabupaten Bandung juga mencatat bahwa luasan area dengan tingkat bahaya erosi sangat berat hingga berat di DAS Ciwidey meningkat dari 4,2 persen menjadi 65 persen berdasarkan perbandingan studi tahun 2012 dan 2019.

“Bagi WALHI Jawa Barat, kawasan Ciwidey dan Bandung Selatan layak dipandang sebagai ‘benteng ekologis terakhir Tatar Sunda’,” tutur Iwang.

Baca Juga:Dari Mager Jadi Punya Mimpi Besar, Basket Mengubah Perjalanan Neymi NaftalieVokalis Emka 9 Kanaya Whu Berpulang, Gubernur KDM Langsung Meluncur ke Tasikmalaya

“Sebuah istilah yang menggambarkan pentingnya kawasan hutan pegunungan selatan Bandung dalam mempertahankan fungsi ekologis, tata air, tanah, dan ruang hidup masyarakat Jawa Barat,” tambahnya.

Karena itu, menurut Iwang, menjadikan kawasan tersebut sebagai lintasan kompetisi offroad merupakan pilihan kebijakan yang patut dipertanyakan.

“Ketika tutupan hutan semakin terdesak dan risiko erosi meningkat, pemerintah seharusnya memperkuat perlindungan, bukan melegitimasi aktivitas yang berpotensi menambah tekanan terhadap tanah dan vegetasi,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar