JABAR EKSPRES – Basket membawa perubahan besar dalam kehidupan Neymi Abigail Naftalie. Jika sebelumnya ia lebih senang menghabiskan waktu di rumah, kini pemain SMA Trinitas Bandung tersebut justru aktif mengejar prestasi di lapangan melalui Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.
Neymi mengakui bahwa dirinya dahulu bukan sosok yang gemar beraktivitas fisik. Ia lebih memilih bersantai di rumah atau menghabiskan waktu dengan bermain ponsel.
“Aku dulunya gerak aja malas. Lebih pilih di rumah buat rebahan kalau nggak main handphone,” kata Neymi.
Baca Juga:Vokalis Emka 9 Kanaya Whu Berpulang, Gubernur KDM Langsung Meluncur ke TasikmalayaTasik Jadi Kabupaten Pramuka, Bupati Cecep: Jangan Cuma Gagah di Seragam
Perubahan itu terlihat jelas ketika Neymi tampil bersama SMA Trinitas Bandung di Bandung Arena. Mengenakan nomor punggung 20, ia bermain penuh semangat dan menunjukkan ekspresi yang begitu kuat saat menghadapi SMA Trimulia Bandung.
Energi yang ditunjukkan Neymi turut memberikan pengaruh positif kepada rekan-rekannya. Hasilnya, tim putri Trinitas berhasil mengamankan kemenangan pada pertandingan pertama dengan skor 26-17.
Bagi Neymi, kemenangan tersebut terasa semakin penting karena timnya kerap mengalami kekalahan pada pertandingan pertama dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Ia pun bertekad mengakhiri catatan tersebut sekaligus menciptakan sejarah baru untuk sekolahnya.
“Aku emang ingin banget buat menang. Apalagi kan dalam beberapa kesempatan tim aku selalu kalah di gim pertama. Jadinya ingin banget buat bikin sejarah untuk sekolah,” ujarnya.
Musim 2026 juga menjadi kesempatan terakhir Neymi untuk tampil di DBL West Java-East.
Setelah menjalani musim keduanya, ia tentu ingin memberikan sesuatu yang berarti sebelum mengakhiri perjalanannya di kompetisi tersebut.
Baca Juga:APBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur PublikTrinitas Bandung Targetkan Final DBL West Java-East, Perbaiki Titik Lemah Musim Lalu
Target pun sudah dipasang. Neymi ingin membawa tim putri Trinitas menembus babak Fantastic Four dan menunjukkan bahwa sekolahnya mampu bersaing hingga fase yang lebih jauh.
“Aku punya mimpi bisa bawa sekolahku sampai Fantastic Four di DBL tahun ini. Biar orang-orang juga lihat kalau tim putri Trinitas itu juga bisa melangkah jauh,” ungkapnya. Perjalanan
Neymi hingga menjadi pemain basket ternyata bermula dari sebuah kebiasaan sederhana. Saat masih duduk di kelas 8 SMP, ia sama sekali belum memiliki ketertarikan besar terhadap olahraga.
