Jabar Ekspres – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mulai memetakan wajah persoalan 165 desa melalui program Sapoe Sadesa.
Tak sekadar bersilaturahmi, kunjungan tersebut menjadi cara orang nomor satu di Bandung Barat itu menyerap langsung keluhan masyarakat sekaligus melihat potensi yang bisa dikembangkan di masing-masing desa.
Jeje mengatakan, Sapoe Sadesa secara sederhana dimaknai sebagai satu hari satu desa. Namun, program tersebut memiliki tujuan yang lebih luas, yakni memastikan pemerintah daerah mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.
Baca Juga:PGN Perkuat Strategi Komersial Guna Perluas Pasar dan Konektivitas Gas Bumi NasionalTingkatkan Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Barat, BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Bandung
“Mengunjungi desa bukan hanya soal bersilaturahmi. Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar persoalan dari sumbernya, sekaligus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan potensi di setiap desa,” kata Jeje, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, tidak semua persoalan masyarakat dapat tergambarkan secara utuh melalui laporan yang diterima pemerintah daerah. Karena itu, turun langsung ke lapangan menjadi penting untuk memastikan kondisi yang dihadapi masyarakat benar-benar diketahui.
“Kadang ada persoalan yang tidak muncul dalam laporan. Ketika kita datang dan berbicara langsung dengan masyarakat, baru terlihat persoalan sebenarnya, termasuk hal-hal yang selama ini belum tersampaikan,” ujarnya.
Jeje menyebut, aspirasi yang diterima dari setiap desa cukup beragam. Salah satu yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan infrastruktur, terutama kondisi jalan desa yang belum mendapatkan perbaikan akibat keterbatasan anggaran.
“Persoalan jalan desa masih menjadi salah satu keluhan utama. Ada jalan yang sudah bertahun-tahun, bahkan belasan tahun, belum tersentuh perbaikan,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, Jeje juga menemukan berbagai potensi desa yang dinilai bisa dikembangkan untuk mendorong perekonomian masyarakat. Potensi tersebut di antaranya sektor pariwisata, pertanian hingga usaha ekonomi masyarakat.
“Jadi dari kunjungan ini kami tidak hanya mencatat masalah. Kami juga melihat potensi apa yang bisa dikembangkan agar memberikan manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:iCAR V23 Mejeng di GIIAS Bandung 2026, Bidik Konsumen Jawa Barat dengan SUV Listrik Bergaya RetroJETOUR T2 i-DM Meluncur di Bandung, SUV PHEV Adventure Dibanderol Rp696 Juta
Jeje mengatakan, Sapoe Sadesa dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Dalam satu minggu, terdapat dua hari yang dikhususkan untuk turun langsung mengunjungi desa-desa di KBB.
“Program ini saya lakukan setiap minggu. Ada dua hari yang saya khususkan untuk turun ke desa. Harapannya, setiap kunjungan bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menghasilkan catatan yang bisa ditindaklanjuti,” katanya.
