Lewat Sapoe Sadesa, Jeje Berburu Persoalan di 165 Desa

Lewat Sapoe Sadesa, Jeje Berburu Persoalan di 165 Desa
Lewat Sapoe Sadesa, Jeje Berburu Persoalan di 165 Desa
0 Komentar

Selama menjalankan program tersebut, Jeje mengaku mendapat banyak pengalaman dari pertemuan langsung dengan masyarakat. Antusiasme warga dalam menyampaikan aspirasi juga dinilai cukup tinggi.

“Bagi saya, yang paling berharga adalah ketika bisa duduk dan ngobrol langsung dengan masyarakat. Dari situ kita bisa memahami persoalan yang terkadang tidak terlihat dalam laporan formal,” ujarnya.

Ia menilai, masukan dari masyarakat tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk menentukan persoalan yang dapat segera ditangani maupun yang membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan perangkat daerah.

Baca Juga:PGN Perkuat Strategi Komersial Guna Perluas Pasar dan Konektivitas Gas Bumi NasionalTingkatkan Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Barat, BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Bandung

“Yang terpenting bukan mengejar jumlah kunjungan, tetapi memastikan setiap kunjungan menghasilkan gambaran yang jelas tentang kebutuhan masyarakat dan ada tindak lanjutnya,” katanya.

Jeje menargetkan seluruh 165 desa di KBB dapat dikunjungi dalam kurun waktu sekitar 22 bulan ke depan. Ia berharap target tersebut dapat tercapai lebih cepat apabila memungkinkan.

“Target kami seluruh desa bisa dikunjungi dalam sekitar 22 bulan. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik. Tapi yang paling penting, setiap kunjungan harus memberikan gambaran yang jelas tentang persoalan dan kebutuhan masyarakat di desa,” tandasnya. (Diskominfosantik KBB)

0 Komentar