JABAR EKSPRES – Pemerintah tengah menyiapkan rencana pemberian rekening otomatis usia 17 tahun bagi warga negara Indonesia yang telah memasuki usia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan atau rekening koran.
Menurut Airlangga, rekening tersebut nantinya dapat diberikan secara otomatis ketika seseorang memasuki usia 17 tahun dan memperoleh KTP.
Baca Juga:Anggota DPR dengan Kekayaan Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Kok Bisa?5 Jurnalis Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Sejumlah Armada Dikerahkan untuk Pencarian
“Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran,” ujar Airlangga dalam acara Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).
BRI dan BSI Disiapkan untuk Rekening Otomatis
Dalam rencana tersebut, pemerintah menyiapkan dua bank untuk pembuatan rekening, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Selain mendapatkan rekening, warga juga direncanakan memperoleh saldo awal sebesar Rp50 ribu.
Airlangga menegaskan, dana tersebut nantinya tidak boleh dipotong oleh pihak perbankan.
Pemerintah juga akan menyiapkan regulasi untuk memastikan saldo awal tersebut tetap utuh.
“Nanti Pak Ferry (Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan) bikin regulasinya supaya BI dan OJK kita minta untuk tidak bisa disedot,” kata Airlangga.
Bisa Digunakan untuk Penyaluran Bansos
Rekening yang diberikan kepada masyarakat tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyimpan dana.
Baca Juga:Penjelasan Komdigi Soal Sisa Kuota Internet Tak Boleh Dihapus Meski Masa Berlaku Paket BerakhirAwas Datamu Disalahgunakan, Begini Cara Cek NIK Terikat Pinjol atau Tidak
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah fungsi lain, termasuk sebagai sarana penyaluran bantuan sosial (bansos) secara tunai.
Dengan adanya rekening yang terhubung dengan identitas kependudukan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih mudah dan terarah.
Selain itu, rekening tersebut juga direncanakan mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelaku UMKM Bisa Mendapat QRIS Tanpa Potongan
Airlangga mengatakan, pemilik rekening yang menjalankan usaha nantinya dapat memperoleh sistem pembayaran menggunakan QR secara otomatis melalui QRIS.
Menariknya, pemerintah merencanakan transaksi tersebut tidak dikenakan potongan bagi pedagang.
“Ada payment system QR otomatis tersedia. QR tidak minta discount. Jadi, nol biaya untuk para pedagang. Diharapkan kalau dengan demikian ini akan mendorong UMKM dan juga perekonomian syariah,” ujar Airlangga.
