Debit Air Situ Cileunca Turun 30-40 Persen Saat Kemarau, Camat Pangalengan: Masih Aman untuk Pasokan Air

Situ Cileunca, salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Bandung.
Situ Cileunca, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bandung. (Foto: Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Debit air Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 persen akibat musim kemarau.

Camat Pangalengan Vena Andriawan mengatakan, penurunan debit air di Situ Cileunca merupakan kondisi yang berulang setiap tahun saat memasuki musim kemarau.

“Jadi berbicara debit air, setiap tahun itu memang terjadi di Cileunca. Itu hal yang berulang, kemarau lagi ya. Tidak bisa dihindari,” kata Vena, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga:Mahasiswa POLSUB Ciptakan Kopi Robusta Rendah Kafein dari Limbah Kulit dan Bonggol NanasJenguk Wartawan yang Terbaring Sakit, Kapolres Tasikmalaya Bawa Pesan Kepedulian

Meski debit air mengalami penurunan, Vena memastikan kondisi tersebut sejauh ini masih terkendali. Bahkan, menurutnya, ketersediaan air di Cileunca masih mendukung kebutuhan air masyarakat.

“Tapi kan kita masih bersyukur, sekering-keringnya Cileunca, orang Bandung masih minum,” ujarnya.

Vena menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Indonesia Power selaku pihak yang memiliki otoritas atas kawasan Situ Cileunca untuk menjaga ketersediaan debit air.

“Sok, jadi gimana, supaya debit air tetap terjaga. Berarti apa? Vegetasi diperbanyak,” katanya.

Menurut Vena, kondisi debit air juga dapat dilihat dari aktivitas wisata arung jeram di Sungai Palayangan yang sumber airnya berasal dari Cileunca. Jika aktivitas arung jeram masih berjalan, kondisi debit air dinilai masih tersedia.

“Indikatornya gini, kalau arum jeram masih ada, berarti air masih ada. Kalau arung jeram gak ada, wah, berarti air udah gak ada,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penurunan debit air saat ini berada di kisaran 30 hingga 40 persen. Kondisi tersebut juga dipengaruhi pemanfaatan lahan di sekitar kawasan Cileunca.

Baca Juga:Cegah Polisi Main Judol, Propam Polres Tasikmalaya Mendadak Periksa HP Seluruh PersonelRp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun Lalu

“Pokoknya mah di sisi-sisi sudah dipakai kebun. Kan mereka mah begini, daripada tandus, Pak, mending dipake,” katanya.

Vena menegaskan, pemerintah kecamatan tidak dapat secara langsung melakukan intervensi terhadap pemanfaatan lahan di sekitar Cileunca karena kewenangan kawasan tersebut berada pada pihak lain.

“Makanya kan perlu pengetahuan, masyarakat jadi tahu, oh ternyata di Pangalengan ini punya PT PLN, punya Perhutani. Pemda yang mana? Enggak ada,” ujarnya.

Karena itu, Vena menilai diperlukan koordinasi lintas pihak atau konsep pentahelix untuk menangani berbagai persoalan di Pangalengan, termasuk menjaga kelestarian sumber air.

0 Komentar