Bakal Ada 9 Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Berikut Daftarnya

Bakal Ada 9 Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Berikut Daftarnya
Bakal Ada 9 Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Berikut Daftarnya
0 Komentar

6. Ekuinoks September dan Peluang Aurora pada 22 September

Tanggal 22 September 2026 menandai ekuinoks September.

Pada periode ini, Matahari berada di sekitar garis khatulistiwa sehingga durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi menjadi relatif seimbang.

Selain menjadi penanda perubahan musim di belahan Bumi utara, periode sekitar ekuinoks juga kerap dikaitkan dengan meningkatnya peluang aktivitas aurora di wilayah lintang tinggi.

Aurora terjadi akibat interaksi partikel dari angin Matahari dengan medan magnet dan atmosfer Bumi.

Baca Juga:Tak Butuh Waktu Lama, Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kardus di Bandung Dibekuk Polisi Kurang dari 6 JamGTA 6 Jadi Game Terlama Rockstar, Butuh Waktu Segini Buat Tamat

Namun, kemunculannya tetap sangat bergantung pada kondisi aktivitas Matahari sehingga tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan tanggal ekuinoks.

Jika kondisi geomagnetik mendukung, wilayah yang berada dekat Kutub Utara berpeluang menyaksikan tirai cahaya aurora di langit malam.

7. Mars Sejajar dengan Castor dan Pollux pada 25 September

Menjelang akhir September, Mars akan kembali menjadi perhatian.

Pada pagi 25 September, Mars akan tampak berada dalam satu susunan dengan Castor dan Pollux, dua bintang yang menjadi bagian paling mudah dikenali dari rasi Gemini.

Ketiganya akan membentuk susunan menarik di langit timur.

Castor berada di bagian atas, Pollux di tengah, sedangkan Mars dengan rona jingga berada di bawahnya.

Susunan tersebut membuat Mars seolah-olah menjadi anggota tambahan dalam pola dua bintang kembar Gemini.

Jika pandangan diarahkan lebih rendah ke arah horizon, Jupiter yang terang juga berpeluang terlihat di kawasan langit yang sama.

8. Harvest Moon pada 26 September

Salah satu fenomena langit September 2026 yang paling menarik adalah Bulan purnama pada 26 September.

Baca Juga:Lowongan Kerja PT Freeport 2026 Dibuka, Cek Cara DaftarnyaPersib Resmi Pinjamkan Ramon Tanque ke Chennaiyin FC, Berikut Alasannya

Bulan purnama tersebut dikenal sebagai Full Harvest Moon. Puncak fase purnama diperkirakan berlangsung sekitar pukul 12.49 ET, sehingga waktu yang lebih menarik untuk mengamatinya adalah ketika Bulan terbit di sekitar waktu Matahari terbenam atau ketika Bulan berada menjelang terbenam sebelum Matahari terbit.

Saat berada dekat horizon, Bulan dapat terlihat berwarna lebih jingga dan tampak lebih besar.

Efek tersebut berkaitan dengan pengaruh atmosfer dan ilusi optik yang dikenal sebagai moon illusion.

Harvest Moon September juga akan ditemani Saturnus yang tampak berada tidak jauh dari Bulan.

0 Komentar