3. Bulan Baru pada 11-12 September
Malam 11-12 September menjadi salah satu waktu yang menarik bagi pengamat objek langit redup karena Bulan memasuki fase baru.
Pada fase Bulan baru, bagian Bulan yang menghadap Bumi hampir tidak menerima cahaya Matahari secara langsung.
Akibatnya, langit malam menjadi lebih gelap dan kondisi tersebut dapat membantu pengamatan objek-objek astronomi yang cahayanya sangat redup.
Baca Juga:Tak Butuh Waktu Lama, Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kardus di Bandung Dibekuk Polisi Kurang dari 6 JamGTA 6 Jadi Game Terlama Rockstar, Butuh Waktu Segini Buat Tamat
Jika ingin berburu galaksi, nebula, atau bagian tertentu dari Bima Sakti, malam di sekitar fase Bulan baru dapat menjadi pilihan.
Lokasi pengamatan juga sangat menentukan. Kawasan yang jauh dari lampu perkotaan dan memiliki polusi cahaya rendah akan memberikan peluang lebih baik untuk melihat objek-objek langit yang redup.
4. Bulan Bertemu Venus pada 14 September
Pemandangan menarik lainnya akan muncul pada 14 September ketika Bulan sabit muda tampak berdekatan dengan Venus.
Keduanya diperkirakan berada sekitar lima derajat satu sama lain dan terlihat di atas ufuk barat setelah Matahari terbenam.
Karena posisinya muncul pada awal malam, fenomena ini relatif lebih mudah diamati dibandingkan sejumlah peristiwa langit yang berlangsung menjelang fajar.
Namun, waktu pengamatannya cukup singkat karena Bulan dan Venus berada relatif rendah di atas horizon barat.
Pilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah barat agar keduanya lebih mudah ditemukan.
Baca Juga:Lowongan Kerja PT Freeport 2026 Dibuka, Cek Cara DaftarnyaPersib Resmi Pinjamkan Ramon Tanque ke Chennaiyin FC, Berikut Alasannya
Di sejumlah wilayah Afrika, Eropa, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara, fenomena yang lebih menarik juga dapat terjadi ketika Bulan melintas di depan Venus.
Peristiwa tersebut dikenal sebagai okultasi, meskipun sebagian prosesnya berlangsung pada siang hari.
5. Venus Mencapai Kecerlangan Maksimum pada 18 September
Venus akan menjadi salah satu objek paling mencolok di langit pada September 2026.
Pada 18 September, Venus diperkirakan mencapai kecerlangan sekitar magnitudo -4,8.
Kondisi tersebut membuatnya sangat mudah dikenali setelah Matahari terbenam, meskipun planet ini akan berada cukup rendah di langit barat.
Karena sangat terang, Venus dapat diamati tanpa teleskop. Pengamat hanya perlu mencari objek terang di langit barat tidak lama setelah Matahari tenggelam.
Pada kesempatan yang sama, Merkurius juga akan berada tidak jauh dari Venus sehingga keduanya dapat menjadi target pengamatan bagi pencinta astronomi.
