JABAR EKSPRES – Penataan kawasan Lapang Gasibu, Kota Bandung, khususnya pada bagian trotoar, mendapat keluhan dari masyarakat.
Trotoar yang berada di sisi jalan menuju Monumen Perjuangan dinilai terlalu tinggi sehingga menyulitkan pejalan kaki untuk melintas.
Keluhan tersebut mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengakui bahwa kondisi trotoar di kawasan tersebut memang perlu diperbaiki.
Baca Juga:Mengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan BencanaTitik Sadrah Jadi Konser Terakhir for Revenge? Boniex dan Chimot Buka Suara
“Mengenai zebra cross (trotoar) yang dari arah Monju (Monumen Perjuangan) ke Gasibu, itu saya melihat memang terlalu tinggi,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya, Selasa (1/9).
Sebagai tindak lanjut, Dedi mengatakan telah meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki kondisi trotoar tersebut.
Salah satu perbaikan yang akan dilakukan adalah membuat undakan atau trap pada akses menuju trotoar. Dengan demikian, perbedaan ketinggian antara jalan raya dan trotoar tidak terlalu menyulitkan masyarakat.
“Saya sudah meminta Kepala PU (DBMPR) untuk melakukan evaluasi dengan membuat undakan, sehingga naiknya ada trap-nya, tidak langsung dari jalan raya ke trotoar,” ungkapnya.
Dedi juga meminta agar aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas turut diperhatikan dalam perbaikan tersebut.
“Dan dibuatkan jalur untuk penyandang disabilitas dengan satu catatan bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang, bukan untuk pemotor maupun pesepeda,” tegasnya.
Dengan adanya evaluasi dan perbaikan tersebut, akses pejalan kaki di kawasan Lapang Gasibu diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman, termasuk bagi penyandang disabilitas.
